Momen Lebaran identik dengan aneka makanan yang cenderung manis dan berminyak. Anak-anak pun biasanya lebih menyukai kue cokelat, permen, hingga jelly yang serba manis.
Orang tua perlu waspada saat si kecil mulai mengonsumsi makanan manis secara berlebihan. Pasalnya, gula dapat memicu pertumbuhan virus dan bakteri yang berpotensi menyebabkan peradangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen Spesialis Anak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) dr Gina Noor Djalilah SpA mengatakan, meski makanan manis jumlahnya kecil, tapi memiliki banyak kalori.
"Seperti permen, satu permen kalorinya sudah besar. Ini memang harus disiasati orang tua, satu permen siasatnya berikan cairan dua kali lipat. Tujuannya supaya anak kekenyangan, sehingga makanan itu bisa dialihkan. Tips and trick, yaitu orang tua tidak memanjakan berlebihan," kata dr Gina kepada detikJatim, Jumat (20/3/2026).
Namun, bukan berarti anak tidak boleh makan makanan manis. Hanya saja jumlahnya perlu dibatasi agar tidak berlebihan. Meskipun dr Gina menyadari hal itu susah dipraktikkan pada realitanya.
Dokter spesialis anak yang praktik di RS Randegansari Husada Driyorejo ini membagikan solusi sederhana. Setelah mengonsumsi makanan manis, anak diminta minum satu gelas air putih agar gigi tidak sakit dan rasa kenyang muncul, sehingga tidak berlanjut makan berlebihan.
"Jangan sampai di fase anak kecanduan gula. Kalau sudah kecanduan gula ingin terus menerus. Kalau memberi cairan (air minum) setelah kecanduan agak telat juga. Misalnya, bola-bola cokelat dimakan satu, langsung dikasih air putih yang banyak. Nanti anak tidak sampai di fase kelebihan gula," jelasnya.
Ia menjelaskan, gula memang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi jika berasal dari glukosa yang baik. Namun, konsumsi gula dari minuman manis dan permen secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi anak.
"Pertama, anak akan kelebihan gula darah dalam komposisi akut. Harus diingat, gula ini makanan yang sangat disukai mikroorganisme apapun, virus, bakteri, parasit, mereka perlu gula juga untuk memperbanyak diri. Oleh karena itu berbahaya," ujarnya.
Ketika kondisi anak sedang tidak fit, konsumsi makanan tinggi glukosa dapat memperparah keadaan. Asupan gula berlebih saat sakit bisa membuat kondisi semakin memburuk, bahkan dalam keseharian pun dapat meningkatkan risiko anak lebih mudah jatuh sakit.
"Terlalu banyak gula juga efeknya kondisi akut bisa mudah ngantuk, lemas. Kalau lama-lama bisa obesitas, tekanan darah naik, kolesterol naik, gula darah bermasalah," pungkasnya.
(irb/abq)