Makna Lepet dan Resep Membuatnya untuk Lebaran Ketupat

Makna Lepet dan Resep Membuatnya untuk Lebaran Ketupat

Chilyah Auliya - detikJatim
Minggu, 22 Mar 2026 12:20 WIB
kue lepet.
Lepet. Foto: Getty Images/Tersi Alesti
Surabaya -

Lepet menjadi salah satu sajian khas yang tak terpisahkan dari tradisi Lebaran Ketupat di berbagai daerah. Dibuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan lalu dibungkus janur, lepet bukan sekadar makanan pelengkap, tetapi juga menyimpan makna filosofis tentang kebersamaan, keikhlasan, dan eratnya tali silaturahmi.

Selain sarat makna, lepet juga digemari karena cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang legit. Tak heran, banyak keluarga memilih membuatnya sendiri di rumah sebagai bagian dari perayaan Lebaran Ketupat, sekaligus melestarikan tradisi turun-temurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warisan Dakwah Sunan Kalijaga dan Arti Nama Lepet

Tahukah kamu, detikers? Lepet bukan sekadar makanan tradisional biasa. Konon, kudapan ini diperkenalkan Sunan Kalijaga sebagai media dakwah untuk menyebarkan nilai-nilai Islam melalui budaya Jawa.

Tradisi ini kemudian mengakar kuat, terutama sejak zaman pemerintahan Paku Boewono IV. Secara harfiah, nama lepet berasal dari akronim bahasa Jawa, silep kang rapet. Silep artinya kubur atau simpan. Rapet artinya rapat-rapat.

ADVERTISEMENT

Filosofinya tertuang dalam kalimat 'mangga dipun silep ingkang rapet'. Artinya, mari kita kubur rapat-rapat segala kesalahan masa lalu. Jadi, setelah saling memaafkan di hari raya, jangan ada lagi dendam atau ghibah yang diungkit kembali, ya!

Filosofi Lepet

Di balik bentuknya yang sederhana, lepet menyimpan makna mendalam dalam tradisi Lebaran Ketupat. Makanan berbahan dasar ketan ini kerap dimaknai sebagai simbol kebersamaan, kehangatan, serta harapan akan hubungan yang semakin erat antar sesama setelah momen Idul Fitri.

  • Beras Ketan: Teksturnya yang lengket adalah simbol silaturahmi yang erat. Muslim diharapkan bisa akrab terus sesama saudara dan teman tanpa terpecah belah.
  • Kelapa Parut: Memiliki tekstur halus, melambangkan kelembutan hati dan sopan santun (unggah-ungguh) yang harus dijaga setelah lulus dari Ramadan.
  • Garam: Sebagai penyeimbang rasa, menggambarkan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
  • Janur (Jatining Nur): Daun kelapa muda ini bermakna cahaya sejati. Menggambarkan kondisi suci manusia setelah berjuang mencapai puncak spiritualitas seperti janur yang ada di pucuk pohon.
  • Tali Bambu: Mengingat bambu selalu tumbuh berumpun, tali ini melambangkan kekuatan persatuan.
  • Bentuk lepet yang ditali tiga menyerupai jenazah (pocong) adalah pengingat bahwa kesalahan sebaiknya diselesaikan di dunia dan tidak dibawa dendamnya sampai mati.

Resep Lepet Pisang Raja Ketan

Jika ingin menghadirkan cita rasa berbeda saat Lebaran Ketupat, lepet pisang raja bisa jadi pilihan menarik. Perpaduan gurihnya ketan dan manis legit pisang raja menghadirkan sensasi rasa yang lebih kaya, cocok disajikan sebagai camilan spesial untuk keluarga di rumah.

Bahan-bahan (12 Porsi)

  • 250 gr Beras ketan (rendam 3 jam agar empuk)
  • 500 gr Pisang raja matang (kupas)
  • 200 gr Kelapa parut setengah tua
  • 100 gr Gula merah (sisir halus)
  • ½ sdt Garam & ½ sdt Vanili bubuk
  • Janur atau daun pisang secukupnya

Cara Membuat

  • Kukus beras ketan selama 20 menit hingga setengah matang.
  • Haluskan pisang raja sampai lembut.
  • Campur ketan kukus, pisang, kelapa, gula merah, garam, dan vanili. Aduk rata sampai kalis.
  • Ambil 2 sdm adonan, bungkus dengan daun pisang atau janur. Lipat rapat dan ikat kuat.
  • Kukus lepet selama 20-30 menit. Aroma pisang dan janurnya dijamin bakal bikin satu rumah wangi!

Gimana, detikers? Sudah siap menyambut Lebaran Ketupat dengan sajian lepet buatan sendiri? Jangan lupa bagikan juga ke tetangga ya, karena intinya adalah berbagi sembari mempererat silaturahmi!




(dpe/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads