Murah Meriah, Nasi Becek Khas Nganjuk di Warung Ini Bikin Nagih!

Murah Meriah, Nasi Becek Khas Nganjuk di Warung Ini Bikin Nagih!

Bakrie - detikJatim
Senin, 06 Apr 2026 08:15 WIB
Nasi Becek Nganjuk Khas Nganjuk di Warung Ini Bikin Pelanggan Ketagihan
Warung Nasi Becek Bunda di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Cangkringan, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Bagi pecinta kuliner khas Nganjuk, Warung Nasi Becek "Bunda" di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Cangkringan, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk ini bisa menjadi salah satu jujugan.

Nasi becek sekilas mirip gule kambing. Yakni sepiring nasi putih disiram kuah kuning, dipadu rajangan kubis, kecambah, irisan bawang merah, serta potongan daging kambing.

Ciri khasnya terletak pada kuah berbumbu rempah yang terasa gurih, segar, dan sedikit manis. Sajiannya dilengkapi dengan topping lima tusuk sate kambing, siraman bumbu kacang kental dan perasan jeruk nipis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Warung Nasi Becek Bunda atau orang-orang juga menyebutnya Nasi Becek Cangkringan ini, bahan dagingnya dikenal empuk karena menggunakan kambing muda atau cempe.

"Warung nasi becek dirintis sejak 2019 oleh ibu saya, Binti Durohmah (60)," ujar Izza (25), anak Binti kepada detikJatim, Minggu (5/4/2026).

ADVERTISEMENT

Izza sehari-hari membantu ibunya melayani pembeli.

Ciri khas lainnya dari warung nasi becek Nganjuk, seperti halnya di Warung Bunda ini, yakni tempat meracik dan penyajiannya yang berupa gerobak pikul kayu besar. Biasanya ditempatkan di bagian depan warung.

Di sampingnya adalah panggangan arang untuk membakar sate kambing.

Istimewanya lagi, harga nasi becek di warung ini dikenal lebih terjangkau dari warung-warung lainnya di Nganjuk.

Seporsi nasi becek lengkap dengan lima tusuk sate dan es teh dibanderol Rp 35 ribu.

"Kalau 10 tusuk sate kambing harganya Rp 30 ribu," ujar Izza.

Selain nasi becek, warung ini juga menyediakan beberapa menu lain seperti krengsengan daging kambing dan sup kepala kambing.

Menurut Izza, warungnya selalu buka setiap hari, mulai pukul 08.30 pagi hingga pukul 16.00 atau 17.00 sore. Pembelinya selalu ramai terutama di jam-jam makan siang.

"Pembeli banyak dari Nganjuk sendiri, dan juga dari luar kota seperti Kediri dan Madiun," imbuh Izza.

Syahrul Andri Wahyudi (35), warga Kelurahan Cangkringan mengaku sudah lama menjadi pelanggan tetap di warung ini.

"Harganya lebih murah dari tempat lainnya, tapi rasanya tetap mantap di lidah dan bikin ketagihan. Makanya saya dan keluarga langganan di sini," ungkapnya.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads