Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong penguatan pelayanan sosial. Khususnya kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Jawa Timur.
Gus Ipul itu mengatakan, LKS merupakan mitra pemerintah yang memiliki tugas penting pada penanganan masalah sosial di masyarkat. Kemensos mencatat, ada beberapa kasus muncul di beberapa tempat yang biasanya banyak ditangani oleh LKS.
Berdasarkan informasi yang ada, terdapat beberapa permasalahan LKS mulai dari kurangnya tenaga professional, ketergantungan bantuan, turnover tinggi, tata kelola yang belum terstandar, belum memiliki usaha, dan sulit menembus standar akreditasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui dialog bersama LKS Jatim, Gus Ipul mengaku, ingin mendapat masukan sekaligus merumuskan bersama rencana aksi untuk meningkatkan pelayanan LKS ke depan.
"Sehingga LKS benar-benar kita layani dengan baik mereka yang memerlukan layanan sosial," kata Gus Ipul kepada wartawan di Kantor Gubernur Jatim, Sabtu (9/5/2026).
Ia menilai Jatim memiliki posisi strategis dalam penanganan masalah sosial. Sebab, 2.500 dari 13.000 LKS ada di Jatim, dengan presentase 60 persen sudah terakreditasi A, B, dan C.
"Nah, untuk itulah saya berterima kasih kepada Ibu Gubernur karena telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk memulai langkah-langkah revitalisasi, langkah-langkah untuk peningkatan mutu daripada pelayanan LKS bisa dimulai dari Jatim," jelas mantan Wagub Jatim itu.
Terkait persoalan anggaran, ia mengatakan akan disusun ke depan. Namun, ia mengaku tidak bisa mengandalkan semua dari anggaran pemerintah karena ada banyak aspek yang harus ditangani.
"Nah, untuk itulah kita ingin memperkuat LKS-LKS ini dengan memberikan dorongan untuk menjadi LKS yang terpercaya. Karena kalau LKS-nya kredibel, terpercaya, insya Allah donatur akan mau membantu. Sekarang kita tinggal mengkonsolidasikan dengan data yang baik dan dengan layanan yang kredibel," pungkasnya.
(ihc/abq)