Sate Kambing Sor Nongko Nganjuk Punya 'Kunci' Bikin Pelanggan Ketagihan

Sate Kambing Sor Nongko Nganjuk Punya 'Kunci' Bikin Pelanggan Ketagihan

Bakrie - detikJatim
Minggu, 10 Mei 2026 15:02 WIB
Sate Kambing
Nasi Sate Kambing
Nganjuk -

Saat melintasi perbatasan Kediri-Nganjuk di Jalan Raya Desa Joho, Kecamatan Pace, terutama di siang hari, kita pasti akan mencium semerbak asap dari makanan yang mengepul. Aromanya menggoda siapa saja buat mampir karena aroma itu mendadak bikin perut terasa keroncongan.

Asap yang mengepul itu berasal dari teras Warung Sate dan Gule Kambing "Sor Nongko" yang berada tepat di sisi timur jalan. Warung itu teduh meski siang begitu terik karena terlindungi rindangnya pohon nangka.

Nama "Sor Nongko" sendiri diambil dari sejarah warung yang sejak pertama buka memang berdiri di bawah pohon nangka itu. Pohon nangka yang menaungi warung itu berdaun rindang dan berbuah lebat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sate Kambing Sate Kambing "Sor Nongko" Nganjuk. (Foto: Bakrie/detikJatim)

"Warung sate Sor Nongko ini mulai buka tahun 2004. Awalnya ya warung kecil sederhana saja," ujar Mashuri, pemilik warung saat ditemui detikJatim, Sabtu (9/5/2026).

Mashuri bercerita bahwa pembeli yang datang ke warungnya tak hanya warga lokal tetapi tidak sedikit dari luar daerah. Mashuri sehari-hari dibantu sang istri, Indartik untuk melayani pembeli. Di masa awal berjualan, satu ekor kambing saja belum tentu habis dalam sehari.

ADVERTISEMENT

"Dulu dalam sehari paling hanya menghabiskan setengah ekor kambing," ujar Mashuri.

Sekarang, alat pembakaran sate di warungnya nyaris tak pernah berhenti bekerja. Dalam sehari, warungnya bisa memotong 8 hingga 10 ekor kambing dan selalu habis.

Kuncinya yang Bikin Pelanggan Ketagihan

Kunci ramainya pelanggan ini ternyata bukan hanya karena lokasinya strategis di jalur penghubung Kediri-Nganjuk. Citarasa sate kambingnya juga punya ciri khas. Dagingnya empuk, tidak prengus, ditambah kuah gulai yang gurih dan selalu cocok di lidah banyak orang.

Tetapi ada kunci yang paling membuat pelanggan makin betah. Harga menu di warung ini sangat ramah di kantong. Satu porsi nasi sate campur berisi tujuh tusuk sate, kuah gulai, serta es teh atau es jeruk dibandrol Rp 25 ribu. Sedangkan 10 tusuk sate kambing dijual Rp 28 ribu. Sedangkan nasi gulai dipatok Rp 15 ribu dan gulai tanpa nasi Rp 10 ribu.

Sate Kambing Sate Kambing "Sor Nongko" Nganjuk. (Foto: Bakrie/detikJatim)

Buat pelanggan yang tidak makan kambing, tersedia juga sate ayam seharga Rp 10 ribu untuk 10 tusuk.

Hariadi, (55), pelanggan asal Desa Pacekulon, mengaku sudah menjadi langganan Warung Sate Sor Nongko sejak lama. Bahkan sejak harga satu porsi sate campur masih Rp 15 ribuan pada 2010 silam.

"Sekarang harganya Rp 25 ribu, tapi masih tetap paling murah dibanding tempat lain," ujarnya.

Selain harganya yang ramah di kantong, Hariadi menyebut daging kambing di warung ini terkenal sangat empuk. Lalu, penyajiannya juga cepat meskipun pembeli membeludak.

"Kondisi ramai pengunjung, sate pesanan sudah siap di meja dalam hitungan menit," katanya.

Sehari 500 Pelanggan

Bangunan Warung Sate dan Gule 'Sor Nongko' telah diperluas hingga memanjang ke belakang lengkap dengan area parkir mobil yang cukup luas di samping warung.

Saat detikJatim berkunjung ke lokasi, belasan karyawan tampak sibuk melayani pesanan pelanggan yang datang silih berganti sejak siang hingga sore hari.

Salah satu pemandangan menarik di warung ini adalah aktivitas para karyawan yang memotong daging lalu menatanya di tusuk sate sebelum dibakar. Mereka melakukan aktivitas itu tepat di samping area makan pelanggan.

Sate Kambing Sate Kambing "Sor Nongko" Nganjuk. (Foto: Bakrie/detikJatim)

Proses ini menjadi semacam open kitchen yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung sambil menunggu pesanan datang.

"Kalau hari biasa saja, pembeli dalam sehari rata-rata sekitar 500 orang. Paling banyak pas jam makan siang atau sore," ungkap Mashuri.

Bukan hanya menjadi pilihan untuk makan siang atau malam, warung Sor Nongko ini juga menjadi pilihan saat ada acara keluarga seperti gathering.

"Kalau ada acara di rumah atau kedatangan banyak tamu, saya langsung beli sate di sini," kata salah satu pelanggan, Hariadi.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads