Cara Membuat Sate Kambing Empuk Tanpa Lemak Berlebihan, Anti Prengus!

Cara Membuat Sate Kambing Empuk Tanpa Lemak Berlebihan, Anti Prengus!

Jihan Navira - detikJatim
Jumat, 22 Mei 2026 14:10 WIB
Ilustrasi sate kambing.
Ilustrasi sate kambing. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Banyak yang tidak suka sate kambing karena teksturnya yang alot, bau prengus, atau terlalu berminyak. Padahal, jika diolah dengan cara yang tepat, daging kambing bisa memiliki tekstur empuk, juicy, dan lebih ringan tanpa rasa enek setelah makan.

Masalahnya, masih banyak orang yang salah saat mengolah daging kambing. Mulai dari mencuci daging, salah potong seratnya, sampai membiarkan terlalu banyak lemak yang menempel saat dibakar.

Karena itu, penting memahami cara membuat sate kambing empuk tanpa lemak berlebihan agar hasilnya lebih nikmat, tidak bau prengus, dan tetap nyaman disantap, terutama saat momen Idul Adha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa Sate Kambing Sering Alot dan Bau Prengus?

Salah satu tantangan terbesar saat mengolah daging kambing adalah teksturnya yang keras dan aroma prengus yang cukup menyengat, terutama pada kambing jantan.

Dikutip dari detikFood bersama Chef Stefu Santoso, bau prengus pada daging kambing dipengaruhi beberapa faktor, terutama usia hewan dan jenis pakan yang dikonsumsi.

ADVERTISEMENT

Aroma khas yang biasanya lebih kuat pada kambing yang usianya lebih tua. Chef Stefu juga menjelaskan bahwa aroma prengus berkaitan dengan pakan yang dikonsumsi kambing, sehingga tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.

Selain itu, menurut detikHealth, bau prengus juga bisa muncul akibat proses penyembelihan dan pengulitan yang kurang bersih hingga tercemar isi perut. Karena itu, penggunaan rempah dan teknik pengolahan yang tepat penting untuk membantu mengurangi aroma prengus sebelum daging dimasak.

Bau prengus sebenarnya berasal dari feromon khas kambing yang terdapat di area tertentu seperti pangkal tanduk. Ketika proses penyembelihan, pengulitan, dan pemotongan daging, aroma tersebut bisa menyebar ke bagian daging karena perpindahan dari tangan atau alat yang digunakan.

Selain itu, kesalahan dalam proses pengolahan juga membuat tekstur sate menjadi alot. Daging yang dipotong salah arah, terlalu lama dibakar, atau tidak diberi waktu istirahat setelah dipotong biasanya akan terasa lebih keras saat dimakan.

Cara Membuat Sate Kambing Empuk Tanpa Lemak Berlebih

Sate kambing menjadi salah satu olahan favorit saat Idul Adha, tetapi banyak orang khawatir daging terasa alot dan terlalu berlemak saat disantap. Padahal, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan agar sate kambing tetap empuk, gurih, dan tidak meninggalkan rasa enek akibat lemak berlebih.

1. Diamkan Daging Sebelum Diolah

Daging kambing yang baru dipotong sebaiknya tidak langsung dimasak. Diamkan terlebih dahulu beberapa saat agar otot daging menjadi lebih rileks. Proses ini membantu tekstur daging menjadi lebih empuk saat dibakar menjadi sate.

2. Kurangi Lemak Berlebih

Lemak putih yang menempel pada daging memang memberi rasa gurih, tetapi terlalu banyak lemak justru yang membuat sate terasa enek dan memicu bau prengus lebih kuat. Karena itu, cukup sisakan sedikit lemak seperlunya agar rasa gurih tetap ada tanpa membuat sate terlalu berminyak.

3. Hindari Mencuci Daging Kambing Terlalu Lama

Banyak orang langsung mencuci daging kambing sebelum dimasak. Padahal, daging yang terlalu lama terkena air justru membuat bau prengus semakin tajam dan menyebar. Sebaiknya, daging langsung diolah atau direbus sebentar hingga keluar buih, lalu air rebusan pertama dibuang sebelum dimasak kembali.

4. Rebus dengan Rempah

Jika ingin sate lebih empuk dan aromanya lebih ringan, daging bisa direbus sebentar bersama rempah seperti jahe, serai, daun salam, atau bawang putih. Rempah-rempah tersebut membantu mengurangi aroma amis dan prengus pada daging kambing.

5. Teknik Memotong Daging yang Benar

Banyak orang fokus pada bumbu, tetapi lupa bahwa arah potongan daging sangat mempengaruhi tekstur sate. Daging sebaiknya dipotong berlawanan arah serat agar serat daging menjadi lebih pendek dan mudah dikunyah.

Jika serat daging memanjang vertikal, maka potongan sebaiknya dilakukan secara horizontal. Teknik sederhana ini membuat sate terasa lebih empuk tanpa perlu terlalu banyak bahan tambahan.

6. Marinasi agar Daging Lebih Empuk dan Tidak Bau

Marinasi bukan hanya membuat bumbu lebih meresap, tetapi membantu mengurangi aroma prengus pada kambing hingga membuat rasa sate lebih gurih. Marinasi bisa dilakukan dengan bumbu rempah menggunakan campuran seperti bawang putih halus, ketumbar, air jeruk nipis.

Selain itu, marinasi juga dapat dilakukan menggunakan nanas atau mentimun. Hal tersebut dikarenakan nanas mengandung enzim bromelain yang membantu melunakkan serat daging.

Sementara mentimun dipercaya membantu mengurangi aroma prengus melalui getah alaminya. Namun, marinasi dengan nanas tidak boleh terlalu lama karena bisa membuat tekstur daging terlalu lembek bahkan hancur.

7. Bungkus dengan Daun Pepaya agar Lebih Empuk

Daun pepaya mengandung enzim papain yang dikenal aktif membantu mengempukkan daging. Caranya cukup sederhana, yaitu membungkus potongan daging kambing menggunakan daun pepaya selama sekitar 15-20 menit sebelum dibakar. Metode ini cukup populer karena tidak mengubah rasa asli daging berlebihan.

Cara Membakar Sate Kambing agar Tidak Kering

Tekstur sate kambing bukan hanya ditentukan dari proses marinasi, tetapi juga teknik pembakaran. Jika dibakar terlalu lama atau dengan api terlalu besar, daging akan cepat kering, keras, bahkan gosong di bagian luar tetapi masih mentah di dalam.

Gunakan api sedang agar daging matang perlahan dan panas meresap lebih merata. Lemak yang meleleh perlahan juga membantu menjaga tekstur sate tetap juicy tanpa membuatnya terlalu berminyak.

Saat membakar, oleskan bumbu kecap secukupnya agar permukaan sate lebih karamel, harum, dan tidak cepat kering. Selain itu, hindari menekan atau memencet tusukan sate karena bisa membuat sari daging keluar dan teksturnya menjadi lebih alot.

Supaya hasilnya lebih maksimal, beri sedikit jarak antar potongan daging agar panas bisa menyebar dengan baik ke seluruh permukaan sate. Beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan saat membakar sate kambing antara lain sebagai berikut.

  • Gunakan api sedang dan bakar sekitar 6-8 menit
  • Bolak-balik sate setiap 1-2 menit agar matang merata
  • Oleskan bumbu kecap saat proses pembakaran
  • Hindari membakar terlalu lama
  • Jangan menekan daging saat dibakar agar tetap juicy

Sate kambing yang empuk dan tidak terlalu berlemak sebenarnya bukan cuma soal kualitas daging, tetapi cara mengolahnya sejak awal. Mulai dari memilih bagian daging, mengurangi lemak berlebih, teknik marinasi, hingga cara membakar sangat mempengaruhi hasil akhir sate.

Karena itu, jangan buru-buru menyerah kalau pernah mendapatkan sate kambing yang alot atau bau prengus. Dengan teknik yang tepat, sate kambing bisa tetap juicy, empuk, dan lebih nyaman disantap tanpa rasa enek berlebihan, terutama saat momen kumpul keluarga dan Idul Adha.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads