Toni Firmansyah, Mesin Tempur Persebaya di Era Tavares

Toni Firmansyah, Mesin Tempur Persebaya di Era Tavares

Dimas Linang Jati Pratondo - detikJatim
Rabu, 14 Jan 2026 07:30 WIB
Ciro (kiri), Toni Firmansyah (tengah) dalam laga Persebaya vs Malut United
Ciro (kiri), Toni Firmansyah (tengah) dalam laga Persebaya vs Malut United. (Foto: Dok Persebaya Surabaya)
Surabaya -

Toni Firmansyah jalani peran vital pada laga debut pelatih barunya, Bernardo Tavares. Dalam kemenangan 2-1 atas Malut United, Toni bersinergi dengan Milos menjadi dinamo lini tengah Persebaya.

Toni tak terlalu banyak menguasai bola pada laga akhir pekan lalu. Ia mencatatkan 9 umpan sukses selama 66 menit bermain di lapangan. Tugasnya paten: bertempur dengan lini tengah lawan.

Ketika Bajul Ijo menyerang, ia senantiasa melapis Milos yang sering ikut naik mengalirkan bola. Berjaga agar lini tengah tak bercelah tak menganga. Sewaktu bertahan, Toni siap berjibaku dengan siapa saja gelandang Malut dalam tempo tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisa dilihat tadi, yang pertama pertandingan intensitas tinggi dan juga kita bermain dengan bagus," tutur Toni kepada detikJatim selepas laga Persebaya vs Malut United (10/1/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam laga kontra Malut, Toni berhadapan dengan nama tersohor Ciro Alves. Melawan pemain dengan dua gelar liga, ia tidak gentar dan tak sedikit pun menghindar. Usia, pengalaman, dan pencapaian Ciro bukan alasan bagi Toni untuk segan berduel.

Pada salah satu momen, bola tanggung di lini tengah diperebutkan kedua pemain. Kulit bundar didapat Toni, dihujamkannya keras ke arah Ciro. Suporter bersorak, apresiasi untuk anak muda asli Surabaya tersebut.

Keberadaan Toni di lini tengah Persebaya terbilang cukup sukses. Dalam 66 menit yang ia tapaki melawan Malut, Bajul Ijo mampu mencetak dua gol dan tidak kebobolan melalui skema bola jalan.

Bersama tim senior Persebaya, berbagai arahan pelatih pernah didapatnya. Pada laga pertama di tangan Tavares, hal yang paling Toni rasakan adalah perubahan strategi bermain.

"Ya mungkin transisi taktikal," pungkasnya.

Gaya bermain intensitas tinggi yang diterapkan Tavares cukup nyetel dengan Toni yang masih muda dan bertenaga. Apabila senantiasa tampil konsisten, bukan mustahil ia terus menjadi pilihan utama di era Tavares. Sebagai mesin tempur Persebaya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads