Sadida Nugraha Putra tak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat akhirnya resmi menjadi bagian dari tim senior Persebaya Surabaya. Pemain muda kelahiran Surabaya itu menilai momen tersebut sebagai pencapaian besar dalam perjalanan kariernya, mengingat Persebaya merupakan klub yang ia dukung sejak kecil.
"Bangga dan senang, karena impian dari kecil main di Persebaya, kota kelahiran sendiri. Senang banget mimpinya bisa terwujud," ujar Sadida kepada detikJatim, Rabu (21/1/2026).
Perjalanan Sadida menuju tim utama Bajul Ijo terbilang panjang. Ia harus melewati berbagai tahapan pembinaan, mulai dari sekolah sepak bola, merantau ke Jakarta, hingga kembali ke Surabaya untuk membela Elite Pro Academy (EPA) Persebaya. Konsistensi penampilannya di level usia muda membuat namanya akhirnya masuk radar tim pelatih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Statusnya sebagai mantan Bonek membuat momen promosi tersebut terasa semakin spesial. Sadida mengaku sudah mengenal atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo sejak masih duduk di bangku SMP. Ia kerap datang ke stadion bersama pamannya yang juga merupakan suporter setia Persebaya.
"Dulu sering diajak om buat mbonek, karena om juga Bonek. Dari kecil memang suka Persebaya," ungkap pemain asal Siwalankerto ini.
Sadida bahkan memiliki kenangan tak terlupakan saat pertama kali mencoba menonton langsung pertandingan Persebaya di stadion. Meski telah mengantongi tiket, ia harus pulang karena membludaknya jumlah penonton.
"Waktu itu nggak bisa masuk ke Stadion GBT karena terlalu banyak penonton, padahal sudah punya tiket. Akhirnya balik lagi," kenangnya.
Dari sekian banyak pemain yang pernah membela Persebaya, Sadida menyebut Hansamu Yama sebagai sosok yang paling menginspirasinya. Ia merasa memiliki kesamaan cerita dengan bek Timnas Indonesia tersebut.
"Dulu paling mengidolakan Hansamu Yama, karena ceritanya sama, dari Bonek terus jadi pemain Persebaya," ucap Sadida.
Kini, Sadida merasakan langsung atmosfer yang dulu hanya ia saksikan dari tribun. Ia menyebut perbedaan suasana sebagai suporter dan pemain sangat terasa, terutama saat merasakan dukungan ribuan Bonek dari dalam lapangan.
"Rasanya beda. Dulu nonton, sekarang jadi yang ditonton. Atmosfernya luar biasa," katanya.
Dengan status barunya sebagai pemain tim senior, Sadida bertekad untuk terus bekerja keras dan membuktikan dirinya layak berseragam Persebaya. Ia ingin menjadikan perjalanan dari Bonek hingga pemain profesional sebagai motivasi untuk terus berkembang.
(auh/hil)
