Bongkar pasang skuad Arema FC di paruh musim terus berlanjut. Setelah memperkuat lini serang, kini radar sang pelatih beralih ke sektor pertahanan.
Menyusul hengkangnya nama-nama seperti Gustavo, Brandon, dan Yann Motta, stok bek murni kini hanya menyisakan Odivan dan Rifai.
"Seorang pemain bertahan akan datang. Kami perlu mendatangkan pengganti untuk lini belakang," tegas pelatih Arema FC Marcos Santos kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain sektor bek, pelatih berkebangsaan Brazil itu juga menjelaskan alasan di balik perekrutan kiper baru.
Menurut Marcos, kebutuhan akan empat kiper dalam sesi latihan harian adalah mutlak agar tidak mengganggu program pemain akademi yang juga tengah berkompetisi.
Keputusan mendatangkan kiper baru murni karena kebutuhan jumlah (kuantitas) latihan dan regulasi internal, mengingat pemain akademi memiliki agenda kompetisi sendiri.
"Karena seharusnya kita punya tiga penjaga gawang, kami selalu bekerja dengan empat kiper dan pemain dari akademi itu tidak bisa gabung, karena mereka fokus untuk ikut kompetisi juga. Kami membutuhkan kiper tetap di sini," tuturnya.
Pergerakan aktif Arema di bursa transfer ini menunjukkan sinyal kuat bahwa manajemen memberikan kepercayaan penuh pada rekomendasi teknis sang pelatih.
Arema FC dipastikan tidak akan memandang sebelah mata Persijap Jepara dalam laga lanjutan Super League 2026/2026 di Stadion Kanjuruhan awal pekan depan.
Bermain di kandang sendiri, target poin penuh menjadi harga mati bagi Singo Edan untuk membuktikan bahwa mereka pantas berada di papan atas.
(auh/abq)
