Perjalanan Dava Yunna Adi menuju skuad Timnas Indonesia U-17 ternyata tidak selalu mulus. Pemain muda EPA Persebaya Surabaya itu mengaku sempat ingin pulang saat pertama kali merantau ke Surabaya.
Dava yang berasal dari Sragen, Jawa Tengah, harus meninggalkan keluarganya pada usia muda demi bergabung dengan akademi Persebaya. Ia tinggal sendiri di kos dan mulai menjalani kehidupan yang jauh berbeda dari rumah.
"Awal-awal berat. Biasanya ada orang tua, sekarang harus ngurus semuanya sendiri. Sempat kepikiran ingin pulang," ujar Dava kepada detikJatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fase adaptasi menjadi tantangan terbesarnya. Ia tak hanya dituntut menyesuaikan diri dengan intensitas latihan, tetapi juga mengatur kehidupan sehari-hari secara mandiri. Butuh waktu sekitar dua bulan hingga ia mulai merasa nyaman.
"Pelan-pelan mulai terbiasa. Yang penting fokus latihan dan ingat tujuan," katanya.
Kerja keras Dava akhirnya membuahkan hasil. Seusai latihan bersama tim, ia menerima kabar bahwa namanya masuk dalam daftar pemain untuk pemusatan latihan Timnas U-17. Orang pertama yang ia hubungi adalah orang tuanya.
"Mereka bilang tetap rendah hati, jangan cepat puas, dan terus kerja keras," ucapnya.
Sejak Agustus 2025, Dava menjalani training camp (TC) bersama Timnas U-17 di bawah arahan pelatih Nova Arianto. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika mendapat kesempatan menjadi starter.
"Masih nervous karena baru pertama. Tapi pelatih bilang nikmati saja pertandingan," jelasnya.
Kini, Dava kembali mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-17 pada 23-28 Februari di Yogyakarta International School Soccer Field.
TC tersebut menjadi bagian dari proses seleksi untuk persiapan menghadapi Piala AFF U-17 yang dijadwalkan berlangsung pada 11-23 April, serta Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi pada 30 April-17 Mei mendatang.
Kesempatan ini menjadi momentum penting bagi Dava untuk kembali membuktikan diri dan mengamankan tempat di skuad akhir Garuda Muda. Ia menyadari persaingan semakin ketat, namun pengalaman sebelumnya membuatnya lebih siap secara mental.
Kini, Dava tak lagi memikirkan keinginan pulang seperti di awal merantau. Ia justru menatap target lebih tinggi bersama Garuda Muda, termasuk tampil maksimal di ajang internasional.
(auh/hil)
