Marcos Reina Blak-blakan soal Kerasnya Super League: Main Cantik Tak Cukup!

Super League

Marcos Reina Blak-blakan soal Kerasnya Super League: Main Cantik Tak Cukup!

Rossa Izza Amalia - detikJatim
Kamis, 05 Mar 2026 08:30 WIB
Pelatih Persik, Marcos Reina
Pelatih Persik, Marcos Reina (Foto: Dok Persik Kediri)
Kediri -

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menilai bermain indah saja tidak cukup untuk bisa meraih kemenangan di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Menurutnya, setiap tim juga harus memiliki tenaga dan semangat juang besar di lapangan.

Sejak memimpin Persik Kediri dalam sepuluh pertandingan musim ini, pelatih asal Spanyol tersebut mengaku mendapatkan pengalaman baru yang berbeda dibandingkan liga-liga lain yang pernah ia rasakan. Sebelumnya, pria 41 tahun itu sempat berkarier di Amerika Serikat, Meksiko, hingga Andorra.

"BRI Super League punya karakter berbeda dengan liga yang pernah saya rasakan. Di sini kompetisinya sangat ketat dan sulit. Tapi saya suka dengan kompetisi seperti ini," ujar Marcos Reina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai atmosfer dan tensi persaingan di Indonesia sangat tinggi. Setiap pertandingan menghadirkan tantangan berbeda karena tiap lawan memiliki gaya bermain masing-masing.

ADVERTISEMENT

"Tiap pertandingan selalu punya tantangan berbeda. Karena tiap lawan yang kami hadapi punya gaya berbeda. Kami harus bermain bagus untuk memenangkan pertandingan. Tapi di sisi lain, kami juga harus siap jika kalah," katanya.

Marcos menegaskan, tidak ada laga yang mudah di kompetisi ini. Semua tim memiliki kekuatan yang membuat pertandingan berjalan ketat hingga akhir.

"Tidak ada pertandingan yang mudah. Kami sulit untuk menang karena lawan juga berusaha keras agar tidak kalah," ucapnya.

Sejak resmi dikontrak pada 4 Desember 2025, Marcos Reina membawa warna baru dalam permainan Persik. Tim berjuluk Macan Putih itu tampil dengan penguasaan bola yang kuat serta gaya menyerang khas sepak bola Spanyol. Namun, pendekatan tersebut belum sepenuhnya menjamin hasil maksimal.

"Di BRI Super League, main bagus dan cantik saja tidak cukup. Setiap tim harus punya tenaga dan spirit besar di lapangan. Itu kami rasakan saat menghadapi Persis Solo. Kami tampil lebih rapi dan bermain bagus, tapi tenaga dan determinasi untuk memenangkan laga masih kalah dibanding mereka," tuturnya.

Evaluasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Persik Kediri agar tak hanya tampil atraktif, tetapi juga lebih tangguh dalam duel dan mentalitas demi meraih hasil maksimal di sisa musim.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads