Reka Cahya, pelatih timnas futsal Indonesia U-16, mengisahkan bahwa kepala Hector Souto pernah mengucurkan darah sewaktu fun football di Sidoarjo. Insiden itu terjadi ketika Hector masih melatih tim Bintang Timur Surabaya.
Diketahui, Reka Cahya adalah asisten pelatih kala Hector menukangi Bintang Timur. Ia menceritakan bagaimana sosok rekan kerjanya tersebut, baik di dalam maupun luar lapangan.
Menurut Reka, Hector Souto adalah pribadi yang berdedikasi tinggi pada futsal. Dengan segala detail yang ditanganinya secara rinci, tak heran bila pelatih asal Spanyol tersebut mampu meningkatkan taraf futsal di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hector Souto secara dedikasi dalam bekerja dia orangnya sangat luar biasa. Dia benar-benar pekerja keras sampai hal-hal kecil dipikirkan secara matang, detail, serta sesuai dengan pemain dan strateginya," tutur Reka Cahya pada detikJatim.
Reka menambahkan, Hector bukan hanya pelatih yang memikirkan permainan, tetapi juga memiliki kepedulian pada semua aspek yang ada pada timnya. Hector ingin semua komponen di dalam tim ikut berkembang bersama, termasuk para staff pelatih.
Keberadaan Hector Souto di Bintang Timur banyak membantu Reka Cahya dalam meningkatkan keterampilan melatihnya. Ilmu yang dibawa Hector dari Spanyol menjadi bekal positif bagi para staff kepelatihannya.
"Bahkan dia sampai care untuk nge-build up asisten-asistennya agar bisa progress maju untuk ngembangin futsal Indonesia," ujar Reka menambahkan.
Dalam penuturannya, Reka juga menyampaikan bahwa Hector Souto cukup mudah meninggi emosinya pada masa awal melatih. Namun, hal tersebut lambat laun mereda seiring adaptasinya dengan futsal tanah air.
"Dulu di awal-awal dia sangat pemarah, tapi itu untuk kebaikan tim, kebaikan pemain, dan kebaikan staffnya. Untuk saat ini, dia sudah mulai sedikit turun untuk amarahnya. Namun, itu normal sebagai pelatih, kalau ga gitu juga susah juga, kita harus tegas setiap melatih," sambungnya.
Selain itu, Reka juga menuturkan suatu kisah tentang Hector Souto di luar futsal. Saat waktu senggang ia mengajak pelatih asal Spanyol tersebut untuk mengikuti fun football di Sidoarjo bersamanya.
"Pernah suatu saat dia sempat saya ajak ikut fun football di Sidoarjo. Dari apartemennya di Surabaya, dia datang sendirian naik ojol ke daerah deket GOR Sidoarjo sana. Dia main dengan saya dan grup saya," ungkapnya.
Dalam jalannya permainan, insiden benturan menimpa Hector. Pelatih asal Spanyol tersebut terkena kaki pemain lawan hingga kepalanya berdarah. Momen tersebut menjadi salah satu kenangan istimewa Reka bersama Hector.
"Pada satu momen, dia dapat umpan lambung dari teman saya. Ternyata, defender lawan benar-benar antisipasi, kakinya menghantam kepala Hector sampai berdarah. Mungkin itu salah satu momen spesial buat dia dan saya juga" imbuhnya.
Peristiwa tersebut dimengerti oleh Hector sebagai insiden kebetulan. Sebab, saat mengulas video kejadian tak ada sedikit pun unsur kesengajaan.
"Awalnya dia kaget juga, ini kan fun football tapi kok bisa sampai seperti itu. Tapi setelah kejadian, dia memaklumi hal tersebut. Saat lihat videonya, dia tahu tak ada aspek kesengajaan. Jadi tidak ada masalah," pungkas Reka.
(auh/hil)
