Alfredo Tata Jadi Korban Rasisme, Persebaya Lapor APPI dan iLeague

Super League

Alfredo Tata Jadi Korban Rasisme, Persebaya Lapor APPI dan iLeague

Rossa Izza Amalia - detikJatim
Kamis, 05 Mar 2026 17:38 WIB
Say no to racism
Say no to racism. (Foto: Dok Persebaya Surabaya)
Surabaya -

Manajemen Persebaya Surabaya mengecam keras aksi rasisme yang dialami salah satu pemain mudanya, Mikael Alfredo Tata. Bek Bajol Ijo asal Sentani, Papua itu dilaporkan menerima serangan bernada rasis setelah pertandingan melawan Persib Bandung pada Senin (2/3) lalu.

Pantauan detikJatim, dalam sejumlah komentar dalam kiriman di akun Instagram pribadi Mikael Alfredo Tata @alfredotata15, tampak sejumlah komentar dari warganet menyebutkan tentang seruan yang dianggap rasis.

Beberapa komentar itu seperti "sok keras lu monyet," ujar akun blue.s4932. Selain itu ada juga yang menyerukan "ohh yg ini yg sok kerasss si anak monyey," @agus_firmansyah013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya komentar tekstual, dalam salah satu kiriman Alfredo Tata juga ada sebagian warganetyang mengirimkan gambar monyet. Gambar monyet ini diduga juga menjadi ujaran yang mengarah pada rasialisme.

Atas apa yang dialami Alfredo ini, Persebaya Surabaya dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang kebersamaan bagi semua orang, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian maupun diskriminasi.

ADVERTISEMENT

"Sepak bola bukan hanya adu strategi dan gengsi di atas lapangan. Ia adalah tempat untuk saling mengenal dan bertemu antar sesama, pemain, official, pelatih, juga sesama pecinta sepak bola. Tempat di mana perbedaan latar belakang, warna kulit, maupun identitas, tak pernah menjadi alasan untuk direndahkan," tulis akun Instagram Persebaya seperti dilihat detikJatim, Kamis (5/3).

Persebaya juga menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk rasisme, baik yang dilakukan oleh pendukung klub lain maupun jika hal tersebut datang dari suporter Persebaya sendiri.

"Saat ini, defender Persebaya Mikael Alfredo Tata mengalami deraan rasisme yang bertubi-tubi. Manajemen sudah melakukan pelaporan kepada APPI dan I League untuk penanganan lebih lanjut," lanjutnya.

Langkah tersebut diambil agar kasus yang menimpa Alfredo Tata dapat ditangani secara serius serta menjadi perhatian bersama agar praktik rasisme tidak lagi terjadi di sepak bola Indonesia.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads