Aksi pelemparan bus terjadi di Tol Warugunung. Kali ini yang menjadi sasaran adalah bus suporter Arema FC yang sedang perjalanan pulang usai meramaikan laga Persib Bandung Vs Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jawa Barat.
Informasi yang didapatkan detikJatim, insiden pelemparan batu ini terjadi di KM 730.600A ruas Tol Warugunung saat rombongan suporter Arema ini sedang perjalanan pulang ke Malang dengan pengawalan dari para petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jatim.
Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Hendrix Kusuma Wardhana menyebutkan pelemparan batu itu diduga berasal dari luar tol. Terduga pelaku pelemparan nekat melewati dinding pembatas menuju lahan steril tepi tol untuk melakukan pelemparan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana terlihat dalam rekaman yang didapatkan detikJatim dari Sat PJR Ditlantas Polda Jatim, tampak sejumlah pemuda diduga pelaku pelemparan yang melarikan diri ke balik dinding pembatas tol dengan permukiman atau lahan selain tol. Mereka tampak mengenakan pakaian serba hitam dan helm.
Saat insiden itu terjadi, kata Hendrix, terjadi kepanikan di dalam bus. Para penumpang panik saat sebuah batu mengenai bagian bus mereka meski di depan terdapat pengawalan dari petugas kepolisian.
Hendrix mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan antisipasi terjadi hal-hal seperti itu. Dia memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden pelemparan batu tersebut.
"Kami patroli dan ada juga yang kami kawal," kata Hendrix saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (25/4/2026).
Dia memastikan seluruh penumpang selamat dan tidak ada yang mengalami luka meski aksi pelemparan batu itu menyebabkan kerusakan di beberapa titik bagian salah satu bus yang menjadi bagian dari rombongan total sebanyak 16 bus suporter Aremania.
"Tidak ada (korban luka), tapi sudah kami antisipasi sejak awal dengan melakukan patroli dan pengawalan suporter Arema usai dari Bandung," katanya.
Baca juga: Persib Vs Arema FC Berakhir Imbang Tanpa Gol |
Sayangnya, Hendrix tidak menyebutkan kerusakan apa yang dialami oleh bus tersebut.
Untuk mengantisipasi hal serupa tidak terulang kembali, Hendrix akan melakukan pengawalan secara lebih ketat dan estafet hingga di titik pemberhentian terakhir di Malang.
"Saat masuk Jatim, kami kawal hingga ke Malang secara estafet,Ini pengawalan dari Ngawi dilaksanakan Sat PJR Ngawi sampai dengan Malang," tuturnya.
Hendrix juga mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan satuan terkait untuk memburu siapa terduga pelaku pelemparan itu.
(ihc/dpe)
