Performa Arema FC dalam laga Derbi Jawa Timur musim ini jauh dari kata memuaskan. Singo Edan kesulitan menunjukkan tajinya dan hanya mampu mengoleksi enam poin dari seluruh pertandingan melawan rival sesama Provinsi.
Catatan tersebut semakin disorot setelah Arema menelan dua kekalahan beruntun dari Persebaya Surabaya dan Persik Kediri di putaran kedua. Hasil itu mempertegas inkonsistensi tim dalam laga-laga yang penuh gengsi.
Apabila dirinci, pada putaran pertama Arema hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persebaya. Mereka kembali gagal meraih kemenangan saat ditahan Madura United 2-2. Satu-satunya hasil positif datang ketika mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki putaran kedua, performa tim asal Malang itu belum juga membaik. Mereka kembali bermain imbang 2-2 saat bertandang ke markas Madura United. Setelah itu, Arema justru harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Persebaya.
Penderitaan Singo Edan berlanjut saat takluk 2-3 atas Persik Kediri. Kekalahan ini sekaligus menutup rangkaian derbi Jatim musim ini dengan hasil yang kurang memuaskan.
Secara keseluruhan, Arema hanya meraih satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan dari enam laga derbi. Total enam poin yang dikumpulkan menjadi bukti bahwa mereka belum mampu tampil konsisten di pertandingan-pertandingan krusial tersebut.
Meski demikian, capaian ini masih sedikit lebih baik dibandingkan musim lalu. Pada musim 2024/2025, Arema hanya mampu meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang dalam laga derbi.
Statistik tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Arema FC. Laga derbi yang seharusnya menjadi ajang pembuktian justru belum mampu dimaksimalkan oleh Singo Edan musim ini.
(auh/hil)
