Pelatih Arema FC Bedah Kondisi Tim Jelang Ladeni PSM

Pelatih Arema FC Bedah Kondisi Tim Jelang Ladeni PSM

Dimas Linang Jati Pratondo - detikJatim
Sabtu, 09 Mei 2026 09:15 WIB
Juru taktik Singo Edan, Marcos Santos
Juru taktik Singo Edan, Marcos Santos (Foto: Dok Arema FC)
Malang -

Marcos Santos membeberkan situasi Arema FC jelang menjamu PSM Makassar. Ia menyebut segala kendala yang menaungi timnya sepanjang musim kondisinya sudah lebih baik.

Pertandingan Arema FC kontra PSM Makassar pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (9/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Skuad Singo Edan menyongsong laga ini dengan persiapan yang lebih baik dibanding dua laga lalu. Marcos Santos menyatakan anak asuhnya kini tengah dalam fokus tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Arema digilas oleh dua tim besar Jawa Timur lain, Persebaya dan Persik Kediri. Hasil itu membuat mereka kini tak beranjak dari peringkat ke-11 dengan 39 poin.

"Pekan ini terasa lebih baik. Saya merasakan persiapan yang lebih matang, dan saya melihat para pemain tampil lebih fokus," tutur Marcos Santos dalam jumpa pers jelang laga.

ADVERTISEMENT

Meskipun menelan dua kekalahan beruntun, pelatih asal Brazil tersebut menegaskan tak akan mengubah komposisi sebelas pertamanya untuk menghadapi PSM.

"Saya tidak mengubah tim karena saya ingin melakukannya. Kami memiliki parameter fisik dan data statistik. Kami tidak bisa mengambil risiko," ujarnya menambahkan.

Musim ini, Singo Edan tampil cukup angin-anginan. Kadang hasil bagus menaungi, tapi tak jarang hasil jeblok menggelayuti.

Contohnya, mereka mampu mendapat 7 poin dalam tiga laga nirbobol beruntun sebelum dibungkan dua kekalahan atas Persebaya dan Persik.

Terpaan cedera pemain diakui Marcos Santos sebagai persoalan terberatnya sebagai pelatih. Kendala tersebut membuatnya tak leluasa dalam meramu taktik.

"Sepanjang musim, Arema tak pernah berjuang di papan bawah. Ini adalah tahun di mana kami ingin bersaing. Pada satu titik, kami bahkan bersaing di papan atas klasemen. Namun kami menghadapi banyak masalah. Tiga cedera: Maulana, Luiz Gustavo, dan Pablo Oliviera," jelasnya.

"Bukan karena saya ingin mengubah tim. Ada momen ketika kami bahkan tidak memiliki bek. Kami mengalami banyak kesulitan sepanjang musim," imbuhnya.

Marcos mengakui bahwa timnya cukup kelimpungan manakala ketersediaan pemainnya terbatas. Namun, hasil positif sering kali mereka dapat saat Singo Edan dalam keadaan prima.

"Saat saya berhasil mempertahankan struktur tim yang sama, kami memenangkan banyak pertandingan. Tetapi saya tidak mengubah tim karena keinginan pribadi. Saya melakukannya karena terpaksa, karena cedera dan risiko cedera," terangnya.

Selain tiga pemain sebelumnya, Marcos menyebut Julian Guevara, Lucas Frigeri, dan Adi Satryo juga tengah dibekap cedera. Tiga pemain tersebut berpotensi absen saat melawan PSM.

Situasi ini diakui Marcos sangat berdampak pada moral tim. Namun, meskipun itu sulit, ia mampu membawa Arema stabil di papan tengah dan tak pernah bergelut di persaingan degradasi.

"Situasi ini sangat memengaruhi mental para pemain, mental klub, dan juga kami semua. Jadi ini adalah tahun yang sangat sulit. Tetapi di saat yang sama, Arema tidak pernah berjuang untuk menghindari degradasi. Ini adalah musim yang aman di papan tengah klasemen," tandasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads