Nasib Slamet Santoso Berangkat Jadi TKI Malah Dikontrak Klub Bola Polandia

Round Up

Nasib Slamet Santoso Berangkat Jadi TKI Malah Dikontrak Klub Bola Polandia

Auliyau Rohman - detikJatim
Jumat, 05 Jun 2026 06:30 WIB
Kisah Slamet Santoso, TKI Asal Banyuwangi Kini Main di Klub Sepak Bola Polandia
Kisah Slamet Santoso, TKI Asal Banyuwangi Kini Main di Klub Sepak Bola Polandia (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Nasib membawa Slamet Santoso ke jalan yang tak pernah dibayangkannya. Pemuda asal Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, itu awalnya berangkat ke Polandia sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Namun, siapa sangka, di negeri Eropa tersebut ia justru mendapat kontrak sebagai pesepak bola profesional.

Pemuda 28 tahun tersebut kini resmi bergabung dengan klub Sokol Pyrzyce yang bermarkas di Kota Pyrzyce, Provinsi Pomerania Barat, Polandia. Kesempatan itu datang bukan melalui agen pemain atau jalur profesional, melainkan berawal dari hobinya menonton sepak bola di stadion dekat tempat tinggalnya.

Selama tinggal di Polandia, Slamet kerap menyaksikan pertandingan dan latihan yang digelar klub setempat. Seusai pertandingan, ia beberapa kali ikut bermain bersama pemain lokal hingga kemampuannya menarik perhatian ofisial klub.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya saya menonton bola di daerah tempat saya tinggal sehabis liat pertandingan saya ikut bermain bola bersama anak-anak yang ada di stadion, setalah itu ada official tim kota ini meminta kontak saya untuk ikut latihan bersama timnya untuk melakukan trial kalau pelatih cocok kamu akan masuk tim kita kata dia begitu," terang Slamet mengisahkan kepada detikJatim, Kamis (4/6/2026).

Tawaran tersebut tidak disia-siakan. Slamet kemudian mengikuti trial dan latihan bersama klub Sokol Pyrzyce. Selama hampir dua bulan, ia berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga akhirnya mendapat kepercayaan dari tim pelatih.

ADVERTISEMENT

"Selama hampir dua bulan saya ikut latihan baru saya bisa resmi ikut tim di sini dan melalui administrasi yang panjang karena saya orang asing di sini," jelas Slamet.

Setelah dinyatakan lolos, proses administrasi kepindahannya sebagai pemain juga harus melalui sejumlah tahapan karena statusnya sebagai warga negara asing. Pekan lalu, seluruh proses tersebut akhirnya rampung dan ia resmi terdaftar sebagai pemain klub.

"Saya masih baru di sahkan dari PSSI-nya di sini Minggu lalu, jadi saya belum debut resmi di kompetisi mungkin pekan depan Insyaallah," tambahnya.

Slamet mengaku kecintaannya pada sepak bola sudah tumbuh sejak kecil. Menjadi pesepak bola bahkan pernah menjadi cita-cita yang terus ia simpan hingga dewasa.

"Dari kecil saya sangat cinta bola dan sudah bermain sepak bola karena dulu cita-cita saya jadi pemain bola," terang Slamet.

Kecintaannya terhadap sepak bola tak lepas dari sosok idolanya, Cristiano Ronaldo. Bagi Slamet, megabintang asal Portugal itu menjadi inspirasi utama, terutama dalam hal kedisiplinan.

"Pemain bola kelas dunia favorit saya adalah Cristiano Ronaldo. Saya suka dengan kedisiplinannya," tegas Slamet.

Nilai disiplin yang ditunjukkan Ronaldo juga ia temukan di klub yang kini dibelanya. Selama berlatih bersama Sokol Pyrzyce, Slamet dituntut disiplin menjalankan tugas maupun menghargai waktu.

"Ya sama aja di Indonesia cuman di sini lebih disiplin waktu," terangnya membandingkan dengan Indonesia.

Sebelum merantau ke Polandia, Slamet pernah memperkuat sejumlah klub di Banyuwangi yang berlaga di Liga 3, di antaranya Banyuwangi Putra dan Baruna Nusantara. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga saat dirinya mendapat kesempatan menjalani trial di Polandia.

"Saya mencintai sepak bola, saya sebelumnya di Indonesia juga pemain liga 3 terakir ikut baruna Nusantara di Banyuwangi, sebelum itu sempat di Banyuwangi Putra," pungkas Slamet melalui pesan singkat.

Slamet mengaku mendapat dukungan sepenuhnya dari keluarga. Orang tua, hingga istrinya tak pernah menghalangi kecintaan Slamet pada sepak bola.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads