Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, memaparkan pertimbangan di balik penyusunan komposisi lini pertahanan yang dibawanya ke Piala Dunia 2026. Ia juga menjelaskan alasan memilih Éderson Silva sebagai pengganti Wesley yang mengalami cedera.
Sejak daftar 26 pemain diumumkan, skuad Brasil sebenarnya relatif stabil tanpa banyak perubahan. Namun, situasi berubah ketika bek kanan Wesley França mengalami cedera saat menghadapi Mesir.
Wesley tidak mampu menyelesaikan pertandingan setelah mengalami masalah kendala pada babak pertama. Cedera tersebut membuatnya dipastikan tidak dapat melanjutkan kiprah bersama Selecao di Piala Dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancelotti mengaku kecewa harus mencoret pemain Wesley dari daftar skuad. Menurutnya, keputusan itu menjadi salah satu bagian paling sulit dalam pekerjaannya sebagai pelatih.
Ia menegaskan kondisi Wesley tidak memungkinkan untuk pulih dalam waktu dekat. Alasan itu membuat tim pelatih tidak memiliki pilihan selain mengganti namanya dengan pemain lain.
"Mencoret pemain adalah salah satu aspek pekerjaan saya yang tidak saya sukai karena sangat menyedihkan, tetapi tidak ada solusi lain. Dia mengalami cedera yang sangat serius dan tidak akan pulih di Piala Dunia ini," tutur Ancelotti dikutip dari laman resmi CBF.
Sebagai pengganti, Brasil menghadirkan Éderson Silva untuk melengkapi daftar pemain. Kehadiran gelandang Atalanta itu membuat komposisi skuad Brasil sedikit berubah dibanding rencana awal.
Éderson Silva dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang memiliki kemampuan bertahan dan menyerang secara seimbang. Pemain itu juga tampil konsisten sepanjang musim terakhir bersama Atalanta sehingga masuk dalam radar tim kepelatihan.
Brasil memilih menambah kekuatan di sektor tengah dengan memasukkan Éderson Silva ke dalam skuad. Ancelotti menilai performa sang gelandang pada akhir musim sangat meyakinkan.
"Kami menemukan Éderson karena pertanyaan saat memilih 26 pemain adalah apakah akan memanggil sembilan atau delapan bek dan enam gelandang. Kami memilih sembilan bek, tetapi saya pikir Danilo dan Ibañez memberi kami kepercayaan diri di posisi itu, kami lebih memilih untuk menggeser lini tengah sedikit ke depan dengan Éderson, yang memiliki akhir musim yang sangat bagus," pungkasnya.
(auh/hil)
