Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan mendadak meriah sejak Piala Dunia 2026 bergulir seminggu ini. Berbagai bendera dengan berbagai ukuran banyak menghiasi sepanjang jalan di desa nelayan itu.
Selain bendera dari negara peserta Piala Dunia, warga juga menghiasi dinding dengan mural para pemain top dunia. Banner juga jadwal lengkap pertandingan banyak menempel di rumah-rumah penduduk.
Zainudin, warga setempat mengatakan demam Piala Dunia dengan memasang berbagai bendera peserta dan pernak-perniknya ini telah dimulai sejak tahun 2018. Saat itu gelaran Piala Dunia berlangsung di Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu, lanjut ia, warga tak pernah absen menyambut pesta bola sedunia dengan berbagai atribut hingga saat ini yang digelar di Benua Amerika. Sedangkan biaya tersebut merupakan murni dari swadaya warga.
"Setiap pagelaran Piala Dunia pasti kita hias kampung ini. Tidak hanya kalangan anak muda, anak-anak juga sering memakai jersey sepak bola," ujar salah satu warga setempat, Zainudin, Sabtu (21/6/2026).
Semarak Piala Dunia 2026 kampung gila bola di Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan Piala Dunia 2026 (Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim) |
Zainudin menambahkan meski bendera seluruh peserta dipasang, namun warga punya tim favorit mulai dari Eropa sampai Amerika Latin dan Afrika. Namun rata-rata warga mengaku merupakan pendukung berat Argentina.
"Saya dari 2002 sudah dukung Argentina. Baru yang Piala Dunia di Qatar juara. Saya yakin Argentina juara lagi kali ini," ujar Zainuddin.
Tak hanya memasang atribut Piala Dunia semata, warga juga kerap menggelar nonton bareng (nobar). Bahkan setelahnya warga yang gembira akan melakukan konvoi kemenangan keliling desa.
"Ini nanti kalau Argentina lolos grup pasti konvoi," tutur Zainuddin.
(dpe/abq)

