Klenteng Poo An Kiong kini kembali terlihat berdiri megah. Klenteng yang sempat hangus terbakar empat tahun lalu itu, kini telah berganti baru.
Umat Konghucu Kota Blitar kini tak lagi beribadah di ruko sederhana. Sebab, Klenteng Poo An Kiong telah dapat digunakan untuk beribadah seperti sedia kala.
detikJatim mengunjungi Klenteng Poo An Kiong saat beberapa umat Konghucu mengikuti ibadah pertama kali di bangunan baru itu. Ibadah juga sebagai ritual pemindahan Rupang Tuan dari Ruko Jalan Mawar ke Klenteng Poo An Kiong Jalan Merdeka Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ritual tersebut bertujuan untuk menyelaraskan energi. Khususnya energi positif untuk beradaptasi pada bangunan baru Klenteng Poo An Kiong.
"Ritual ini dilakukan di Ruko terus dipindah ke Klenteng. Karena dulu banyak yang terbakar, maka dilakukan ritual penyelarasan agar hilang berganti ke energi baru," kata Ketua I Yayasan Kelenteng Poo An Kiong, Than Swan Kiang alias Alik kepada detikJatim, Jumat (5/12/2025).
Seluruh barang dan kelengkapan untuk ibadah dipindahkan. Mulai dari patung Trinabi, patung Dewi Kwan Im dan sebagainya. Termasuk ada sekitar 18 patung dewa, rupang tuan dan sejumlah perlengkapan lainnya.
Alik menyebut, pemindahan rupang tuan dilakukan dengan ritual penyelarasan. Dilanjutkan dengan ibadah utama. Ke depannya, umat Konghucu di Kota Blitar dapat beribadah di Klenteng Poo An Kiong seperti dulu.
"Proses ibadah sekarang sudah bisa di Klenteng yang baru. Termasuk nanti pas Imlek, juga akan di sini," terangnya.
Bangunan Klenteng Poo An Kiong kini terdiri dari 3 lantai. Mulai dari basement, lantai 1 sebagai aula pertemuan dan lantai 2 khusus sebagai tempat ibadah.
Selain patung dan perlengkapan ibadah, kini Klenteng Poo An Kiong juga dipercantik dengan sejumlah ornamen lainnya. Mulai dari berbagai ukiran tulisan, lukisan, patung-patung dan sebagainya. Selain itu, Klenteng Poo An Kiong juga telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan umat yang berusia lanjut.
"Untuk arsitekturnya disesuaikan dengan kesepakatan umat, ditambah dengan hiasan dan patung lainnya," imbuhnya.
Terkait anggaran pembangunan, Alik mengatakan semua anggaran merupakan hasil sumbangan dari umat Khonghucu Blitar. Termasuk umat yang sudah pindah juga tetap memberikan sumbangan.
"Tidak ada (anggaran dari pemerintah), tapi kami menggunakan anggaran sumbangan umat," tandasnya.
Sebagai informasi, Klenteng Poo An Kiong mengalami kebakaran pada November 2021. Seluruh kegiatan ibadah Klenteng Poo An Kiong dipindahkan sementara di Ruko Jalan Mawar, pada Agustus 2022. Selanjutnya dilakukan pembangunan dan kini Klenteng Poo An Kiong telah dapat digunakan kembali sebagai tempat ibadah.
(auh/hil)
