Menjelajah Teksas Wonocolo, Wisata Tambang Minyak Tertua di Bojonegoro

Menjelajah Teksas Wonocolo, Wisata Tambang Minyak Tertua di Bojonegoro

Muhammad Faishal Haq - detikJatim
Jumat, 02 Jan 2026 08:00 WIB
Bekas tambang minyak dan gas di Desa Wonocolo, Bojonegoro, disulap menjadi objek wisata migas. Kawasan ini mirip Texas, Amerika Serikat.
Texas Wonocolo/Foto: Pool
Bojonegoro -

Teksas Wonocolo merupakan kawasan unik yang berada di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di wilayah ini, puluhan menara derek (rig) sederhana dari kayu jati menjulang di tengah perbukitan kapur.

Menara-menara tersebut dioperasikan oleh para penambang lokal yang tangguh, menaklukkan sisa-sisa "emas hitam" dari sumur tua peninggalan kolonial Belanda dengan cara tradisional yang sarat risiko, namun penuh keberanian.

Raungan mesin mobil bekas terdengar bersahut-sahutan di tengah lanskap tandus dan panas menyengat. Aroma tajam minyak mentah (crude oil) menyeruak di udara, berpadu dengan debu yang beterbangan saat angin berembus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekilas, pemandangan ini mengingatkan pada ladang minyak liar di Texas, Amerika Serikat, pada era Wild West. Namun, lokasi ini sepenuhnya berada di Indonesia dan justru menawarkan daya tarik yang jarang dijumpai di tempat lain.

Lokasi dan Daya Tarik Wisata

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kawasan tambang minyak tradisional ini terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di Desa Hargomulyo dan Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan. Jaraknya sekitar 50-60 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro.

ADVERTISEMENT
Bekas tambang minyak dan gas di Desa Wonocolo, Bojonegoro, disulap menjadi objek wisata migas. Kawasan ini mirip Texas, Amerika Serikat.Bekas tambang minyak dan gas di Desa Wonocolo, Bojonegoro, disulap menjadi objek wisata migas. Kawasan ini mirip Texas, Amerika Serikat. Foto: Pool

Kawasan ini dikenal dengan julukan Teksas Wonocolo, akronim dari Tekad Selalu Aman dan Sejahtera. Nama tersebut tidak hanya mengandung makna filosofis, tetapi juga merefleksikan bentang alam Wonocolo yang gersang dan eksotis, menyerupai ladang minyak di Texas, Amerika Serikat.

Sebagai bagian dari Petroleum Geoheritage Bojonegoro, daya tarik utama Teksas Wonocolo adalah ratusan sumur minyak tua peninggalan era kolonial Belanda yang hingga kini masih dioperasikan. Keberadaan sumur-sumur ini menjadikan Wonocolo sebagai laboratorium alam terbuka untuk mempelajari sejarah perminyakan rakyat di Indonesia.

Tak hanya menawarkan wisata sejarah, kawasan ini juga menyediakan pengalaman wisata petualangan. Pengunjung dapat mencoba jeep adventure, trail adventure, hingga bersepeda gunung (mountain bike) menyusuri jalur perbukitan kapur yang menantang. Selain itu, tersedia Rumah Singgah yang berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus museum mini, tempat wisatawan memperoleh pengetahuan tentang sejarah dan proses penambangan minyak tradisional.

Sejarah dan Keunikan Geosite Wonocolo

Dilansir dari laman Wisata Bojonegoro yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Wonocolo telah dinominasikan sebagai salah satu geosite unggulan dalam kawasan Petroleum Geoheritage Bojonegoro.

Penetapan ini didasarkan pada keberadaan singkapan batuan yang merepresentasikan sistem petroleum secara jelas, serta nilai historis yang tinggi dari sumur-sumur minyak tua peninggalan kolonial.

Bekas tambang minyak dan gas di Desa Wonocolo, Bojonegoro, disulap menjadi objek wisata migas. Kawasan ini mirip Texas, Amerika Serikat.Bekas tambang minyak dan gas di Desa Wonocolo, Bojonegoro Foto: Pool

Aktivitas penambangan di Wonocolo memiliki keunikan tersendiri karena masih mempertahankan metode tradisional. Para penambang menggunakan rig pengeboran dari kayu jati lokal dan memanfaatkan mesin mobil bekas sebagai penggerak utama untuk menarik minyak dari perut bumi. Sistem sederhana ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas penambangan rakyat Wonocolo.

Secara geologis, Puncak Antiklin Wonocolo berada pada ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut (mdpl). Menariknya, pengeboran minyak dilakukan pada kedalaman relatif dangkal, sekitar 200 meter dari puncak lipatan. Kondisi ini membuat reservoir minyak di Wonocolo secara teknis masih berada di atas permukaan laut, sebuah fenomena yang tergolong langka.

Keunikan tersebut menjadikan Wonocolo sebagai lokasi pemboran minyak tradisional terdangkal di Indonesia, bahkan disebut-sebut berpotensi menjadi salah satu yang terdangkal di dunia. Atas dasar itu, kawasan ini dinilai sangat layak dikembangkan sebagai Wisata Geologi Sumur Tua Wonocolo atau yang kini lebih dikenal dengan nama Teksas Wonocolo.

Keberadaan Teksas Wonocolo bukan sekadar kisah eksploitasi sumber daya alam, melainkan narasi ketangguhan masyarakat lokal dalam merawat warisan sejarah sekaligus mempertahankan mata pencaharian. Di tengah modernisasi industri energi global, para "koboi" Wonocolo tetap setia pada metode tradisional, mengolah kayu jati dan mesin bekas menjadi penopang ekonomi desa.

Mengunjungi Teksas Wonocolo memberikan perspektif baru bahwa energi tidak hanya soal produksi dan angka, tetapi juga tentang warisan budaya, kearifan lokal, dan semangat bertahan hidup. Kawasan Petroleum Geoheritage ini berdiri sebagai museum hidup, menawarkan pengalaman petualangan sekaligus pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam dan sejarahnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads