Kedung Maor Bojonegoro, "Niagara Kecil" dengan Jejak Geologi dan Legenda Mistis

Kedung Maor Bojonegoro, "Niagara Kecil" dengan Jejak Geologi dan Legenda Mistis

Muhammad Faishal Haq - detikJatim
Jumat, 09 Jan 2026 03:00 WIB
Aliran sungai Kedung Maor di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang
Air Terjun Kedung Maor Foto: Situs Resmi Bojonegoro
Bojonegoro -

Di tengah keheningan hutan jati kawasan Temayang, Bojonegoro, sebuah gemuruh misterius kerap memecah sunyi. Warga setempat menyebutnya "Maor", suara yang menyerupai auman harimau. Namun, bunyi tersebut bukan berasal dari sang raja hutan, melainkan dari hempasan air deras yang menghantam batuan purba. Fenomena alam inilah yang dikenal sebagai Kedung Maor, sebuah permata tersembunyi di selatan Kabupaten Bojonegoro yang memadukan keindahan alam, jejak geologi masa lampau, dan legenda lokal yang masih hidup hingga kini.

Dijuluki sebagai "Niagara Kecil Bojonegoro", Kedung Maor diapit tebing-tebing kapur kokoh yang menjulang megah. Tebing-tebing ini seolah menjadi saksi bisu perjalanan waktu ribuan tahun, sekaligus menyuguhkan panorama dramatis bagi para pencinta alam dan petualang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jejak Sejarah dan Asal Usul Nama Kedung Maor

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, nama Kedung Maor berasal dari gabungan kata "kedung" yang berarti kubangan air besar dan "maor" yang merujuk pada suara auman harimau. Penamaan tersebut menggambarkan gemuruh air terjun yang deras dan tinggi, yang suaranya menyerupai auman ketika debit air sedang memuncak.

Wisata Kedung Maor Bojonegoro, Air Terjun Eksotis Sarat Cerita RakyatWisata Kedung Maor Bojonegoro, Air Terjun Eksotis Sarat Cerita Rakyat Foto: Website Resmi Desa Kedungsumber

Secara geologis, lembah di bawah air terjun ini menyimpan air yang sangat jernih serta jejak sejarah alam purba. Konon, di dasar kedung tersimpan fosil rumah yuyu atau kepiting laut purba, serta endapan abu vulkanik yang berasal dari Gunung Pandan. Temuan ini menjadikan Kedung Maor tak hanya menarik secara visual, tetapi juga bernilai ilmiah.

ADVERTISEMENT

Legenda Lokal dan Aura Mistis Kedung Maor

Dikutip dari laman resmi Desa Kedungsumber, cerita rakyat menyebutkan bahwa nama Kedung Maor pertama kali dicetuskan oleh seorang penggembala bernama Joko Popok. Saat memandikan ternaknya di lokasi tersebut, ia mendengar suara yang menyerupai auman harimau, sehingga menamai lembah itu Kedung Maor.

Selain legenda asal-usul nama, kawasan ini juga dipercaya memiliki aura mistis. Warga setempat meyakini Kedung Maor merupakan sebuah kerajaan gaib besar yang dijaga oleh dua sosok raksasa tak kasat mata. Ada pula kisah tentang seorang putri buruk rupa yang bertapa di kawasan tersebut karena merasa malu, sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak-entah meninggal dunia atau dimangsa hewan buas.

Ikon Wisata Alam Desa Kedungsumber

Hingga kini, Kedung Maor tetap menjadi ikon wisata andalan Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro. Meski sempat terdampak longsor pada tahun 2017, pemerintah desa bersama pemerintah daerah terus melakukan upaya revitalisasi agar kawasan ini tetap aman dan menarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Aliran sungai Kedung Maor di Desa Kedungsumber, Kecamatan TemayangAliran sungai Kedung Maor di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang Foto: Situs Resmi Bojonegoro

Lokasi dan Daya Tarik Kedung Maor

Tersembunyi di tengah rimbunnya hutan RPH Tretes, Kedung Maor menawarkan pelarian sempurna bagi pencinta wisata alam. Aliran air yang deras jatuh ke sungai lebar, membentuk kolam alami berair jernih yang berasal dari Sungai Soko dan luapan Waduk Pacal. Tebing kapur yang mengapit kawasan ini menambah kesan eksotis dan dramatis.

Wisata Kedung Maor Bojonegoro, Air Terjun Eksotis Sarat Cerita RakyatWisata Kedung Maor Bojonegoro, Air Terjun Eksotis Sarat Cerita Rakyat Foto: Website Resmi Desa Kedungsumber

Pengunjung dapat berenang, bermain air, atau sekadar bersantai menikmati udara sejuk khas hutan jati. Selain itu, Kedung Maor juga menjadi "surga" bagi peneliti berkat kandungan nilai geologis purba yang dimilikinya.

Lokasinya berjarak sekitar 40 kilometer atau 1,5 jam perjalanan ke arah selatan Kota Bojonegoro, tidak jauh dari Waduk Pacal. Kedung Maor menjadi destinasi favorit untuk berburu foto instagramable sekaligus menyatu dengan alam.

Tips Berkunjung ke Kedung Maor

Kedung Maor buka setiap hari. Namun, pengunjung disarankan tidak datang saat puncak musim kemarau karena daya tarik utama destinasi ini terletak pada keindahan aliran airnya. Membawa perlengkapan piknik seperti alas tikar akan menambah kenyamanan saat bersantai.

Siapkan uang kecil untuk parkir dan belanja di warung sekitar. Membawa bekal dari rumah lebih hemat, mengingat tidak ada tiket masuk alias gratis. Pengunjung juga diimbau mematuhi peraturan yang berlaku serta menjaga etika selama berada di kawasan wisata. Jika diperlukan, tersedia pula jasa pemandu dari tur dan travel lokal.

Artikel ini ditulis Muhammad Faishal Haq, peserta magang PRIMA Kemenag di BeritaKlik.




(ihc/ihc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads