Hotel Bersejarah di Kota Batu Pernah Jadi Sekolah Belanda-Jepang

Hotel Bersejarah di Kota Batu Pernah Jadi Sekolah Belanda-Jepang

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Jumat, 27 Feb 2026 21:00 WIB
Hotel Aster Kota Batu
Hotel Aster Kota Batu/Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim
Kota Batu -

Kota Batu menyimpan beragam cerita di balik bangunan-bangunan tuanya. Salah satunya adalah Hotel Aster, penginapan yang memiliki rekam jejak sejarah panjang sejak era kolonial Belanda hingga masa pendudukan Jepang.

Berdasarkan catatan sejarah yang dihimpun, gedung yang berada di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, tersebut awalnya dimiliki warga negara Belanda. Pada masa itu, bangunan tersebut difungsikan sebagai sekolah khusus anak-anak Belanda.

Saat masa pendudukan Jepang, bangunan itu kemudian diambil alih dan tetap digunakan sebagai sekolah. Namun, sekolah tersebut hanya diperuntukkan bagi anak-anak Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat masa kependudukan Jepang ini, orang-orang pribumi ketika melewati sekolah tersebut harus memberi hormat kepada bendera Jepang yang terpasang di bangunan itu," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto kepada detikJatim, Jumat (27/2/2026).

ADVERTISEMENT

Seiring berjalannya waktu, bangunan tersebut beralih kepemilikan kepada warga pribumi bernama Harun Al Rasyid. Ia membeli bangunan bersejarah itu dari warga Jepang yang menjadi pemilik sebelumnya.

Harun kemudian menggunakan bangunan tersebut sebagai vila yang diberi nama Nyai Sombro. Nama itu diambil dari sebutan keris yang didapat Harun usai melakukan penyepian atau meditasi.

"Namun, karena dianggap berbau mistis dan angker oleh masyarakat, vila tersebut sepi pengunjung. Pemilik kemudian mengganti nama menjadi Sombro In," terang Onny.

Tak berselang lama, vila dengan 14 kamar itu berubah fungsi menjadi Hotel Aster pada tahun 1985. Setelah berjalan lebih dari 15 tahun, hotel tersebut kembali beralih kepemilikan kepada warga keturunan Tionghoa bernama Hartanto hingga saat ini.

Bangunan tersebut resmi ditetapkan sebagai salah satu objek Cagar Budaya di Kota Batu pada 2025. Penetapan ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam mempertahankan aset-aset bersejarah di wilayah tersebut.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads