Pendakian Gunung Selokurung, Hidden Gem dengan View Waduk Selorejo

Pendakian Gunung Selokurung, Hidden Gem dengan View Waduk Selorejo

Chilyah Auliya - detikJatim
Sabtu, 20 Jun 2026 08:00 WIB
Ilustrasi mendaki gunung
Ilustrasi mendaki gunung (Foto: Getty Images/AscentXmedia)
Malang -

Bagi pencinta alam yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa harus menempuh pendakian berjam-jam, Gunung Selokurung di Kabupaten Malang bisa menjadi pilihan menarik. Gunung yang belum lama dibuka untuk aktivitas pendakian ini mulai mencuri perhatian karena menawarkan trek yang relatif ramah untuk pemula, tetapi tetap menghadirkan panorama alam yang memanjakan mata.

Menariknya, Gunung Selokurung bukan hanya menawarkan keindahan lanskap pegunungan. Di balik jalurnya yang tenang, gunung ini juga menyimpan cerita sejarah yang dikaitkan dengan perjuangan Raden Trunojoyo. Kombinasi antara panorama alam, nilai sejarah, dan jalur yang tidak terlalu berat membuat Gunung Selokurung menjadi salah satu destinasi pendakian yang mulai dilirik para pencinta aktivitas outdoor di Jawa Timur.

Mengenal Gunung Selokurung

Gunung Selokurung berada di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Lokasinya berada di kawasan lereng utara Gunung Kelud dan memiliki ketinggian sekitar 1.038 meter di atas permukaan laut (mdpl).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tidak setinggi gunung-gunung populer lainnya di Jawa Timur, Selokurung menawarkan pengalaman pendakian yang berbeda. Jalurnya relatif singkat sehingga cocok bagi pendaki pemula, keluarga yang menyukai aktivitas alam, maupun wisatawan yang ingin mencari suasana tenang untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Keunggulan lainnya adalah pemandangan Waduk Selorejo yang dapat dinikmati dari beberapa titik sepanjang jalur pendakian hingga area puncak.

ADVERTISEMENT

Sejarah Gunung Selokurung

Gunung Selokurung tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya. Kawasan ini juga memiliki cerita yang berkembang di tengah masyarakat mengenai Raden Trunojoyo.

Menurut cerita yang beredar secara turun-temurun, kawasan Selokurung pernah menjadi lokasi persembunyian Raden Trunojoyo saat menghadapi pengejaran musuh pada tahun 1679.

Nama Selokurung sendiri disebut berkaitan dengan kondisi topografi kawasan tersebut. Tebing-tebing batu yang mengelilingi area hutan bambu di bagian tengah menciptakan kesan seolah-olah kawasan tersebut "terkurung" secara alami. Karakter inilah yang membuat suasana Gunung Selokurung terasa unik dibanding jalur pendakian lain di Malang.

Jalur Pendakian Gunung Selokurung

Salah satu alasan Gunung Selokurung mulai populer adalah karena jalur pendakiannya yang relatif bersahabat.

Untuk mencapai puncak, pendaki umumnya hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan, tergantung kondisi fisik dan cuaca saat pendakian berlangsung.

Jalur didominasi trek tanah, area vegetasi, dan beberapa tanjakan yang tidak terlalu ekstrem. Karena durasi pendakian yang relatif singkat, banyak pendaki memilih melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari tanpa perlu bermalam di gunung.

Meski demikian, pendaki tetap perlu menjaga kondisi fisik dan mempersiapkan perlengkapan yang memadai karena sebagian jalur memiliki medan menanjak dan licin saat musim hujan.

Panorama Gunung Selokurung

Salah satu daya tarik utama Gunung Selokurung adalah pemandangan yang tersaji sejak awal pendakian.

Selama perjalanan, pendaki dapat melihat hamparan Waduk Selorejo dari ketinggian. Saat cuaca cerah, panorama Pegunungan Anjasmara serta massif Gunung Arjuno-Welirang juga terlihat jelas dari beberapa titik terbuka.

Pemandangan ini menjadi alasan banyak pendaki memilih Selokurung sebagai destinasi pendakian singkat saat akhir pekan.

Karakter jalurnya yang tidak terlalu tertutup juga membuat wisatawan lebih leluasa menikmati lanskap pegunungan sepanjang perjalanan.

Menjelang area puncak, pendaki akan menemukan salah satu lokasi yang paling sering diburu untuk berfoto, yakni kawasan yang dikenal sebagai Punggungan Naga.

Area ini memiliki jalur terbuka dengan panorama di kedua sisi punggungan. Dari titik ini, bentang alam sekitar Gunung Selokurung terlihat lebih luas dan dramatis.

Banyak pendaki menyebut Punggungan Naga sebagai salah satu spot terbaik untuk menikmati sunrise maupun sunset karena minim penghalang pandangan.

Pesona Sunrise dan City Light dari Puncak Selokurung

Selain pendakian siang hari, sebagian pendaki juga memilih melakukan pendakian dini hari untuk mengejar matahari terbit.

Dari puncak Selokurung, panorama sunrise terlihat semakin menarik karena berpadu dengan pemandangan Waduk Selorejo yang berada di bawah kawasan pegunungan.

Sementara pada malam hari, pendaki dapat menikmati hamparan city light yang berasal dari kawasan Malang, Batu, hingga sebagian wilayah Kediri. Pemandangan lampu-lampu kota tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta fotografi malam.

Foto udara kondisi Waduk Selorejo, Ngantang, Malang, Jawa Timur, Minggu (5/3/2023). Waduk yang memiliki luas 650 Hektar dan berfungsi sebagai irigasi pertanian, perikanan, dan pariwisata itu saat ini dipenuhi enjeng gondok yang dikhawatirkan akan menyebabkan pendangkalan. ANTARA FOTO/Muhammad Mada/Zk/YUWaduk Selorejo, Ngantang, Malang. Waduk yang memiliki luas 650 Hektar dan berfungsi sebagai irigasi pertanian, perikanan, dan pariwisata. (ANTARA/Muhammad Mada)

Rute Menuju Basecamp Gunung Selokurung

Akses menuju Gunung Selokurung relatif mudah dijangkau dari Kota Malang maupun Kota Batu.

Dari Malang, perjalanan dapat ditempuh melalui rute Malang-Batu-Ngantang-Waduk Selorejo dengan jarak sekitar 60 kilometer.

Bagi wisatawan yang menggunakan transportasi umum dari Batu, tersedia bus jurusan Ngantang. Perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan angkutan lokal maupun ojek menuju titik awal pendakian.

Karena jalur menuju kawasan Ngantang melewati area pegunungan, wisatawan disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat.

Persiapan Sebelum Mendaki Gunung Selokurung

Meskipun dikenal sebagai gunung yang ramah untuk pemula, persiapan tetap menjadi hal penting.

Beberapa hari sebelum pendakian, tidak ada salahnya melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau jogging untuk menjaga stamina.

Pendaki juga disarankan menggunakan alas kaki yang nyaman dan memiliki daya cengkeram yang baik. Selain itu, membawa air minum yang cukup, makanan ringan, jas hujan, serta jaket penahan angin akan membantu perjalanan menjadi lebih nyaman.

Yang tidak kalah penting adalah menerapkan prinsip pendakian bertanggung jawab dengan membawa kembali seluruh sampah yang dihasilkan selama perjalanan.

Di tengah banyaknya destinasi pendakian populer yang semakin ramai, Gunung Selokurung menawarkan pengalaman yang lebih tenang dan santai.

Jalur yang tidak terlalu panjang, panorama Waduk Selorejo, pemandangan pegunungan yang luas, hingga nilai sejarah yang melekat membuat gunung ini cocok bagi pendaki pemula maupun wisatawan yang sekadar ingin menikmati suasana alam tanpa harus menghadapi trek yang terlalu berat.

Jika sedang mencari gunung dengan jalur pendakian yang tidak terlalu ekstrem tetapi tetap menawarkan panorama yang memukau, Gunung Selokurung layak masuk dalam daftar destinasi berikutnya. Lokasinya yang berada di kawasan Ngantang, Malang, membuat gunung ini cocok dijadikan tujuan healing singkat saat akhir pekan.

Sebelum berangkat, pastikan selalu memantau informasi terbaru mengenai akses pendakian, kondisi cuaca, serta aturan yang berlaku di kawasan Gunung Selokurung. Dengan persiapan yang matang dan sikap yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, pengalaman mendaki di gunung ini akan menjadi perjalanan yang berkesan sekaligus menyenangkan.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads