Tak banyak yang mengetahui keberadaan Air Terjun Lawean yang berada di tengah kawasan Perkebunan Kopi Kawisari, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Air terjun ini menjadi salah satu destinasi hidden gem yang menawarkan panorama alam asri dengan suasana tenang, cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam jauh dari keramaian.
Air Terjun Lawean berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Blitar. Untuk mencapai lokasi, pengunjung dapat mengikuti rute yang tersedia di internet hingga titik akhir permukiman warga. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang membelah kawasan Perkebunan Kopi Kawisari.
Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi hamparan kebun kopi yang hijau, jalan berbatu, serta suasana sejuk yang membuat perjalanan terasa menyenangkan. Nuansa alam yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri sebelum tiba di lokasi air terjun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari titik akhir permukiman warga, Air Terjun Lawean dapat ditempuh sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Sementara bagi pengunjung yang menggunakan sepeda motor trail, perjalanan menuju lokasi hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Kendaraan dapat dititipkan di permukiman warga atau di mess karyawan perkebunan.
Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk. Sebab, destinasi wisata ini masih alami dan belum dikelola secara resmi, baik oleh pihak perkebunan maupun pemerintah. Suara gemuruh air terjun bahkan sudah dapat terdengar ketika pengunjung berada sekitar 100 meter dari lokasi.
Sesampainya di lokasi, wisatawan akan disambut rimbunnya tumbuhan rambat yang menutupi tebing di sekitar air terjun. Vegetasi yang lebat semakin memperkuat kesan alami sekaligus menghadirkan pengalaman petualangan yang berbeda.
Wisatawan berfoto di depan Air Terjun Lawean, Blitar (Foto: Fima Purwanti/detikjatim) |
Air Terjun Lawean memiliki ketinggian sekitar 50 meter dengan beberapa aliran air yang jatuh berdampingan. Aliran air tersebut menghantam bebatuan di bawahnya, menciptakan panorama yang indah sekaligus suara gemuruh yang menenangkan.
Air di kolam alami bawah air terjun terasa dingin dan menyegarkan. Ditambah lokasinya yang jauh dari lalu lintas kendaraan, suasana di Air Terjun Lawean terasa tenang dan damai sehingga cocok menjadi tempat melepas penat.
Salah seorang pengunjung, Septa, warga Kota Blitar, mengaku betah menghabiskan waktu bermain air di Air Terjun Lawean. Ia mengatakan baru pertama kali mengetahui destinasi tersebut melalui media sosial.
"Saya orang Blitar tapi baru tahu wisata ini dari social media, dan pas dicoba memang tidak mengecewakan. Perjalanan lebih dari 30 menit terbayar tuntas dengan suasana dan pesona Air Terjun Lawean ini. Sangat cocok untuk healing dari penat pekerjaan," katanya kepada detikJatim, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Septa, meski tidak dikenai tiket masuk, setiap pengunjung tetap harus menjaga kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia juga berharap ke depan ada pengelolaan khusus sehingga akses menuju lokasi dapat dibuat lebih aman.
"Tracknya ramah untuk pemula, tapi mungkin karena tumbuhannya lebat dan batu-batunya licin jadi harus hati-hati. Semoga kalau ke depannya ada pengelolanya bisa diperhatikan. Tapi keseluruhannya cantik sekali pemandangannya," tandasnya.
(ihc/dpe)

