Kapal Bawa Pelatih Valencia FC Tenggelam di Labuan Bajo, 1 Jasad Ditemukan

Regional

Kapal Bawa Pelatih Valencia FC Tenggelam di Labuan Bajo, 1 Jasad Ditemukan

Ambrosius Ardin - detikKalimantan
Senin, 29 Des 2025 12:45 WIB
Tim SAR gabungan menemukan puing kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (27/12/2025).
Foto: dok. Pos SAR Manggarai Barat
Manggarai Barat -

Kapal pinisi bernama Putri Sakinah yang mengangkut keluarga pelatih Tim Sepakbola Wanita Valencia FC tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (26/12/2025) malam. Hingga Senin (29/12/2025), pencarian masih dilakukan dan diawasi langsung oleh Kapolda NTT.

Dilansir detikBali, satu jenazah ditemukan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Jenazah tersebut diduga merupakan anak dari pelatih Valencia FC tersebut.

Adapun kapal Putri Sakinah mengangkut enam penumpang sekeluarga asal Spanyol. Mereka adalah pelatih Valencia FC Martin Carerras, istri Martin bernama Mar Martinez Ortuno, dan empat anak mereka: Martines Ortuno Maria Lia, Martin Garcia Mateo, Martinez Ortuno Enriquejavier, dan Ortuno Andrea.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mar bersama anak perempuan bungsunya selamat, sementara Martin dan tiga anak lainnya hilang. Selain itu, kapal juga mengangkut empat kru dan satu pemandu wisata. Total ada 11 orang dalam kapal.

Kronologi Kejadian

Kapal Putri Sakinah dilaporkan tenggelam sekitar pukul 20.30 Wita dalam perjalanan dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Nakhoda kapal pinisi tersebut, Lukman, mengatakan awalnya cuaca dalam kondisi baik. Namun setelah 30 menit perjalanan, kapal diterjang gelombang tinggi.

Saat kejadian, seluruh penumpang beristirahat di kabin. Martin dan ketiga anaknya berada di kabin bagian bawah lambung kapal. Sementara Mar dan anak bungsunya beristirahat di kabin atas.

"Cuaca (awalnya) keadaan baik saja. Setelah itu tamu makan. Setelah itu mereka istirahat ke kabin semua, mereka enam orang. Terus jalan, dengan tiba-tiba itu gelombang langsung kena gelombang di tempat kejadian yang tadi (lokasi kapal tenggelam. Kapalnya langsung tenggelam terus gelombangnya nyusul terus," cerita Lukman.

Terjangan ombak akhirnya menelan kapal tersebut. Saat kapal mulai tenggelam, Lukman mengaku sedang berada di ruang mesin. Ia segera kembali ke atas ketika mesin kapal sudah dalam kondisi mati. Kru lainnya dan pemandu wisata berada di bagian atas kapal.

Sesampai di kabin atas, Lukman melihat Mar dan anak perempuannya berhasil keluar dan menyelamatkan diri. Sementara Martin dan tiga anak lainnya tidak terlihat keluar dari kabin bawah.

"Tamu di kabin atas sempat turun dua orang, mama sama anaknya. Setelah itu kami mau tolong empat orang (Martin dan tiga anaknya) yang di (kabin) bawah, tidak bisa. Kondisi kapal sudah turun jauh ke bawah," jelas Lukman.

Martin dan ketiga anaknya terjebak di kabin bawah selagi kapal terus kemasukan air. Lukman dan para kru sempat berusaha mencari korban menggunakan sekoci dari kapal penolong, tetapi Martin dan tiga anaknya tidak kunjung ditemukan.

"Kapal sudah terendam di laut. Sempat mutar-mutar (di laut) cari yang empat (Martin dan tiga anaknya). Ternyata masih dalam cabin. Tidak sempat mereka keluar. Mutar-mutar dengan sekoci sekitar 5 menit begitu. Gelombang susul terus, kami juga mau terbalik dengan sekoci," lanjutnya.

Penyelam Profesional Dikerahkan

Pada Minggu (28/12/2025), sejumlah penyelam profesional dari P3Kom, DOCK, dan Gahawisri terjun dalam pencarian korban. Penyelaman dilakukan hingga kedalaman 27 meter. Namun, korban maupun bangkai kapal belum juga ditemukan.

Ketua P3Kom Marselinus Betong mengatakan arus laut yang kuat menjadi kendala utama dalam proses pencarian ini.

"Tadi kita sudah turun di titik koordinat yang disampaikan oleh kapten di mana titik koordinat itu adalah tempat kapal itu mulai tenggelam. Ada anggota yang turun sampai 27 meter dan arus lumayan kencang," jelasnya.

Proses pencarian juga dikawal langsung oleh Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Rudi Darmoko. Rudi dan rombongan berangkat menggunakan speedboat milik Polri dari pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo pada Senin (29/12/2025) sekitar jam 11.00 Wita.

1 Jenazah Ditemukan

Pencarian mulai menemukan titik terang pada Senin (29/12/2025) pagi. Satu korban ditemukan pada pukul 06.30 Wita, diduga kuat salah satu anak Martin dan Mar. Jenazah pertama kali ditemukan oleh nelayan di Pulau Serai kawasan Taman Nasional Komodo, berjarak sekitar 1,8 mil laut dari titik tenggelamnya kapal.

"Kami menerima informasi dari warga Pulau Serai Labuan Bajo Bapak Nasaruddin bahwa beliau melihat satu jenazah yang mengambang di pinggir perairan utara Pulau Serai Labuan Bajo dan langsung Tim SAR Gabungan menuju lokasi penemuan dengan menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat guna melaksanakan evakuasi korban menuju Labuan Bajo," ujar Kepala Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman.

Tim SAR gabungan tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo pukul 07.30 Wita. Korban kemudian langsung dievakuasi ke RSUD Komodo.

"Ibu dan keluarga korban ikut dalam mobil ambulance tersebut untuk memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan anak perempuannya melalui proses identifikasi secara medis oleh tim forensik RSUD Labuan Bajo," lanjut Fathur.

Baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 4
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads