Kasus flu varian Subclade K tengah disorot karena angka penderitanya mulai melonjak. Varian ini disebutnya kerap dianggap 'super flu', karena gejalanya bisa lebih berat, terutama bila menyerang kelompok rentan
Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang menghadapi lonjakan kasus flu, diduga imbas temuan varian baru subclade K. Dalam sepekan, tercatat lebih dari 70 ribu kasus.
"Subclade K ini memang agak sulit dikenali dan bisa menembus kekebalan yang sudah ada sebelumnya," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim B Yanuarso, dikutip dari detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Piprim meminta para orangtua memerhatikan kondisi anak. Sebab kelompok rentan penyakit yakni termasuk anak-anak dengan penyakit penyerta, seperti diabetes hingga obesitas.
"Pada anak-anak, kejadian influenza tipe A apabila mengenai anak dengan penyakit bawaan atau komorbid, dampaknya bisa jauh lebih serius dibandingkan anak tanpa komorbid," lanjutnya.
Mereka yang mengidap penyakit jantung bawaan, gangguan paru kronis, gangguan metabolik, kelainan saraf, hingga gangguan imunitas juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan saat terpapar 'super flu' subclade K.
Terlebih, kondisi lingkungan disoroti dr Piprim saat ini kurang ideal. Banjir dan bencana alam di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan Selatan juga menjadi potensi percepatan penyebaran penyakit menular.
"Kita sedang menghadapi banjir dan banyak bencana di beberapa wilayah. Kita turut prihatin terhadap saudara-saudara kita dan jangan sampai kondisi ini diperberat dengan tambahan kasus influenza," kata dr Piprim.
Menghadapi ancaman super flu, IDAI menekankan pentingnya kembali menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Berkaca pada pengalaman panjang selama pandemi COVID-19.
"Setiap penyakit menular, hal pertama yang harus kita kerjakan adalah PHBS. Kita sudah punya pengalaman pandemi COVID-19, jadi kebiasaan seperti memakai masker, menjaga kebersihan, dan menghindari kerumunan saat musim penyakit itu sangat penting," ujar dr Piprim.
Langkah sederhana seperti mencuci tangan, etika batuk, menjaga jarak saat anak sedang tidak fit, serta penggunaan masker di kondisi tertentu dinilai masih sangat relevan.
Selain PHBS, IDAI kembali mengingatkan pentingnya vaksinasi influenza, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Vaksin influenza direkomendasikan untuk anak mulai usia 6 bulan ke atas.
(aau/aau)
