Keluarga Kades Intimidasi Pemuda yang Kritik Jalan Rusak hingga Viral

Regional

Keluarga Kades Intimidasi Pemuda yang Kritik Jalan Rusak hingga Viral

Hakim Ghani - detikKalimantan
Minggu, 04 Jan 2026 21:01 WIB
Seorang pria diduga diintimidasi usai kritik pembangunan desa via medsos
Dugaan intimidasi di Garut. Foto: Tangkapan layar video viral
Garut -

Seorang pemuda di Garut, Jawa Barat, mendapat intimidasi dari keluarga kepala desa (kades) setempat karena mengunggah video kritik tentang jalan rusak di desanya. Keluarga kades mengatakan pemuda itu hanya ingin tenar.

Mengutip detikJabar, intimidasi ini terlihat dalam video berdurasi 47 detik yang beredar di media sosial, dilihat pada Minggu (4/1/2026). Tampak seorang pemuda dikerumuni beberapa pria dan wanita yang diduga adalah keluarga kades setempat.

"Mau tenar kamu? Mau ngejago?" tanya seorang pria berkaus hitam gambar One Piece menggunakan bahasa Sunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemuda yang diintimidasi itu diketahui bernama Holis Muhlisin (31). Ia terlihat hanya menunduk terdiam. Ketika berusaha menjelaskan duduk perkara, omongan Holis terus dipotong oleh orang-orang di lokasi dengan emosional.

"Iya benar, itu saya," kata Holis ketika dikonfirmasi detikJabar, Minggu (4/1/2026).

Holis merupakan warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Ia mengaku kerap mengkritik kondisi pembangunan desa yang menurutnya semrawut. Akses jalannya rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.

"Lalu pernah ada longsor, tapi tidak diperbaiki. Dibiarkan saja," terangnya.

Intimidasi dari sejumlah warga itu dialaminya pada 27 Oktober 2025 lalu, tetapi videonya baru diunggah pada akhir Desember 2025 setelah berbagai pertimbangan. Video itu kini meluas setelah diunggah ulang di berbagai akun TikTok dan Instagram.

Holis menegaskan tidak bermaksud ingin tenar. Ia hanya ingin memperbaiki kondisi desa dengan cara yang dia bisa.

"Saya bukan ingin tenar, tapi ingin desa saya baik," lanjutnya.

Video itu mendapat respons dari Wakil Bupati Garut hingga Gubernur Jawa Barat. Wabup Garut Putri Karlina mengaku kecewa dan telah mengerahkan Inspektorat untuk melakukan audit pada pejabat desa tersebut.

"Yang namanya menjadi pimpinan, harus siap jika dikritik. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selalu memberikan masukan. Semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya, khususnya oleh rekan-rekan kepala desa dan pejabat lainnya," tegas Putri.

Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga meminta agar pejabat tidak antikritik. Ia meminta setiap kepala desa melakukan introspeksi diri apabila ada masyarakat yang memberikan saran dan masukan.

"Manakala ada orang yang mengkritik, mengunggah pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, atau rumah rakyat miskin yang tidak terperhatikan, jangan melakukan pengancaman," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads