Ratusan warga Kabupaten Banjar jadi korban banjir akibat meluapnya Sungai Tabuk. Permukiman teredam selama beberapa pekan. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul datang berkunjung.
Eva, warga korban banjir, berharap bantuan dari pemerintah. Rumahnya rusak. Air setinggi paha orang dewasa.
"Kami sudah tidak ada harapan dan bayangan dari mana uang untuk memperbaikinya lagi," tutur Eva yang memiliki dua anak kecil ini ketika bertemu Gus Ipul dan rombongan, Minggu (4/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merespons harapan tersebut, Gus Ipul menyebut ada anggaran khusus untuk korban banjir. Terutama untuk perbaikan rumah dan kebutuhan hidup selama bencana.
"Pemerintah membantu untuk membeli isi rumah sebesar Rp 3 juta, kemudian untuk kebutuhan hidup sebesar Rp 450 ribu per orang selama tiga bulan," jelas Gus Ipul.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf sambangi korban banjir di Kabupaten Banjar. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan |
Verifikasi terhadap kerusakan rumah saat ini tengah dilakukan. Selama menunggu debit air turun, kata Gus Ipul, Kemensos dan pemerintah setempat menyiapkan pengungsian dan bantuan makanan.
"Dibagi di tiga titik pengungsian yang ada di Kabupaten Banjar ini," tegas Gus Ipul.
Menurut Eva dan warga lainnya, banjir melanda empat tahun berturut-turut. Tahun 2021 paling parah, butuh waktu 4 bulan untuk recovery. Eva berharap kali ini air cepat surut.
(trw/bai)

