Banjir di Kalsel: 121 Desa Terendam, Ratusan Ribu Warga Banjar Terdampak

Banjir di Kalsel: 121 Desa Terendam, Ratusan Ribu Warga Banjar Terdampak

Khairun Nisa - detikKalimantan
Kamis, 08 Jan 2026 19:03 WIB
Kondisi banjir di Kabupaten Banjar. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Foto: Kondisi banjir di Kabupaten Banjar. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjar -

BPBD Banjar menyebutkan sedikitnya ada 121 desa dan kelurahan yang terendam banjir. Terhitung sepanjang pekan awal Januari 2026, sudah ada 43.469 kepala keluarga terdampak.

Adapun total jiwa mencapai 122.353 ribu korban terdampak banjir. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha mengatakan status Tanggap Darurat pun akan diperpanjang hingga pekan depan.

"Sejak Januari 2026, jumlah korban dari banjir mencapai 43.469 ribu KK. Kalau jiwa sudah mencapai 122 ribu sekian," ungkap Wasis, Kamis (8/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban banjir ini pun nantinya akan dilakukan pendataan lebih lanjut, kemudian mereka akan dibagi dalam beberapa kategori untuk menerima bantuan. Diantaranya kategori kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

Ia menyebut jumlah pemberian bantuan pun beragam. Berdasarkan arahan dari Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, nantinya akan ada bantuan pula untuk pembelian barang rumah tangga sebesar Rp 5 juta per rumah.

Selain bantuan itu, adapula bantuan biaya hidup sebesar Rp 450 ribu per jiwa yang akan diberikan selama tiga bulan. Bantuan ini digelontorkan Pemerintah sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang terjadi.

Selain bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Banjar juga akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, bahwa Pemkab Banjar telah menyiapkan anggaran Rp10 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT), di luar anggaran yang tersedia di masing-masing OPD.

"Pemda tidak kekurangan anggaran. Dengan perubahan status kebencanaan ini, kita juga dapat membuka akses bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat. Insya Allah anggaran tercover," kata Yudi.

Ia memastikan, pendistribusian logistik terus dievaluasi agar bantuan tidak menumpuk di satu titik dan dapat merata ke seluruh wilayah terdampak.

"Kami berkomitmen untuk terus memperbarui data, mempercepat distribusi bantuan, serta memastikan masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan pelayanan maksimal selama masa tanggap darurat," ucapnya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads