Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu persyaratan utama operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap masih ada ribuan dapur MBG yang belum memiliki sertifikat tersebut. BGN pun mengancam akan menutup dapur-dapur MBG yang belum mengantongi SLHS.
Dilansir detikFinance, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang meminta kepada seluruh dapur MBG untuk dapat melengkapi persyaratan SLHS jika ingin terus beroperasi. Ia menegaskan pihaknya akan memberlakukan suspend kepada dapur MBG yang masih 'bandel', mengingat persyaratan ini sudah disampaikan sejak jauh-jauh hari.
"Saya minta segera mendaftar atau kalau ketahuan kami ternyata dapur sudah berjalan lama dan belum mendaftar, kami akan suspend. Silakan Anda mitra menangis, menangis lah. Rp 6 juta satu hari akan hilang, kami akan suspend," tegas Nanik, Rabu (14/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nanik mengungkapkan saat ini ada total 20.419 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Dari jumlah itu, kurang lebih 12 ribu SPPG belum mengantongi SLHS. Nanik kembali mengingatkan bahwa BGN serius soal kepemilikan sertifikat tersebut demi menjamin mutu MBG.
"Dari 20 ribu, baru 7-8 ribu kalau nggak salah sampai hari ini. Yang belum itu sekitar 11-12 ribu. Saya ingatkan, kami nggak main-main dengan SLHS," tegas Nanik.
Ia menegaskan SLHS menjadi syarat penting untuk memastikan keamanan pangan. Apalagi kini jumlah penerima MBG melonjak drastis, yakni mencapai 59,96 juta.
"Lebih baik silakan Anda pergi ke Dinkes untuk mendaftar SLHS, supaya bisa diproses karena dengan SLHS ini bisa mengurangi kecelakaan pangan," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di detikFinance.
(des/des)
