Tarakan 'Lahan Basah' Pengemis, Warga Kasih Rp 5.000 Bukan Rp 1.000

Tarakan 'Lahan Basah' Pengemis, Warga Kasih Rp 5.000 Bukan Rp 1.000

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Senin, 19 Jan 2026 15:00 WIB
Pengemis di Tarakan
Pengemis di Tarakan/Foto: Istimewa
Tarakan -

Indeks kedermawanan warga Tarakan disebut terbilang tinggi. Namun, jiwa sosial warga Tarakan dimanfaatkan para pengemis musiman untuk mengumpulkan pundi-pundi Rupiah dengan cara mudah.

"Tarakan ini dikenal dengan indeks kedermawanan yang tinggi. Kalau di daerah lain mungkin dikasih recehan Rp 500 atau Rp 1.000, di Tarakan mereka sampaikan kalau minta dikasih uang Rp 5.000. Ini jadi peluang bagi mereka," tutur Peksos Ahli Pertama Dinsos PM Tarakan, Alghi Fari Smith, Senin (19/1/2026).

Menurut Alghi, pemerintah tidak menutup mata. Banyak keluarga dari anak-anak jalanan tersebut yang sudah mendapatkan bantuan lengkap dari pemerintah, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Sembako, hingga BPJS gratis. Maka dari itu, ia mengajak warga Tarakan untuk menyalurkan jiwa sosial ke lembaga resmi, bukan ke pengemis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebaiknya salurkan sedekah ke lembaga resmi seperti Baznas atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) agar tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan, serta menekan modus-modus penipuan di jalanan," terangnya.

Ia juga menyebutkan beberapa modus pengemis untuk mendapatkan uang atau sumbangan. Yang pertama modus membawa proposal pembangunan fiktif. Biasanya pembangunan pesantren atau masjid.

Yang kedua, berjualan barang-barang kecil seperti buku doa, tisu, atau makanan ringan. Namun, target utamanya bukanlah penjualan produk, melainkan rasa iba.

Modus yang terakhir paling miris. Ada pengemis membawa anak atau bayi yang terlihat tenang secara tidak wajar. Diduga, anak tersebut diberi obat penenang.

"Yang terbaru itu bawa anak, diduga dikasih obat penenang. Itu baru tuh. Supaya anteng saat dibawa meminta-minta," ungkap Alghi.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads