Situasi Mencekam saat Raffi Ahmad Naik Helikopter di Tengah Kabut Tebal

Regional

Situasi Mencekam saat Raffi Ahmad Naik Helikopter di Tengah Kabut Tebal

Fabiola Dianira - detikKalimantan
Senin, 19 Jan 2026 16:32 WIB
Raffi Ahmad
Helikopter yang ditumpangi Raffi Ahmad. Foto: dok instagram Raffi Ahmad
Buleleng -

Situasi mencekam dialami Raffi Ahmad hingga pengusaha Bali Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna saat bersama-sama naik helikopter pada Kamis (15/1) lalu. Akibat cuaca buruk, helikopter sempat tak stabil hingga dikhawatirkan akan jatuh.

Dikutip dari detikBali, peristiwa terjadi di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali Utara. Kejadian diketahui masyarakat sekitar karena helikopter berputar-putar di atas pemukiman warga.

Dalam unggahan Instagram manajer Raffi Ahmad, @priotralala atau Prio Bagja Anugrah, Jumat (16/1/2026) diceritakan helikopter mereka terbang tidak stabil di langit berawan tebal di atas area persawahan dan permukiman warga. Salah satu warga tampak merekam kejadian tersebut sambil mengungkapkan rasa takut dan mendoakan agar helikopter tidak jatuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anom kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Krisna Oleh-Oleh Bali. Ia mengatakan penerbangan itu bertujuan untuk mengecek pembangunan UMKM. Sebelum penerbangan sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Namun, Raffi Ahmad tidak memiliki waktu selain hari tersebut, sehingga penerbangan tetap dijalankan.

"Jadi sudah berkoordinasi dengan teman-teman di BMKG memang cuacanya lagi kurang bagus. Nah tetapi karena waktunya Raffi hanya ada kemarin untuk ke Bali dan berkunjung ke Bali utara melihat persiapan pembangunan lahan UMKM. Jadi mau nggak mau ya kita berkoordinasi dengan pihak helikopter," ujar Anom dalam video yang diunggah akun TikTok @krisnaoleholehbali, Sabtu (17/1/2026).

"Nah begitu balik dari Bali utara kurang lebih jam sepuluh, memang cuaca sudah agak mendung dan agak gerimis. Karena Raffi harus balik jam sebelas itu ke Solo, mau nggak mau kita melanjutkan penerbangan dari Bali utara," katanya.

Ia juga menceritakan bagaimana mencekamnya cuaca dan kondisi di dalam helikopter saat gangguan terjadi. Lima menit pertama penerbangan masih berjalan normal. Namun, sepuluh menit kemudian helikopter memasuki kabut yang sangat tebal. Penumpang di dalam heli tersebut diliputi ketegangan.

"Kabut terlalu gelap. Sangat gelap. Bahkan apapun kami nggak lihat. Sama sekali nggak ngelihat apa di bawah itu semua itu gelap. Hanya kabut aja. Nah kurang lebih sepuluh menit pesawat itu, helikopter itu berputar, putar, putar. Nah saya sendiri sangat tegang waktu itu," jelas Anom.

"Nah waktu itu pilot bilang aman, baik-baik saja. Masih aman. Dan di sini saya harus acungkan jempol dan berterima kasih kepada pilot. Pilotnya sangat jago. Dan ternyata dia sudah pengalaman terbang sangat tinggi," imbuhnya.

Baca artikel selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Top 5: Jennifer Coppen Menikah hingga Raffi Ahmad Terseret Kasus Bea Cukai"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads