Macan Akar Mati Terlindas Kendaraan, Sempat Viral karena Dikira Harimau

Regional

Macan Akar Mati Terlindas Kendaraan, Sempat Viral karena Dikira Harimau

Finta Rahyuni - detikKalimantan
Senin, 26 Jan 2026 12:31 WIB
Bangkai macan akar yang sempat dikira harimau di Simalungun. (Dok BKSDA Sumut))
Foto: Bangkai macan akar yang sempat dikira harimau di Simalungun. (Dok BKSDA Sumut))
Simalungun -

Seekor satwa dilaporkan mati terlindas di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tepatnya di Jembatan Sisera-sera. Kejadian ini sempat viral karena satwa itu dikira sebagai harimau Sumatera. Setelah diperiksa oleh Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Sumut, dipastikan hewan tersebut adalah macan akar.

Dilansir detikSumut, Kepala BBKSDA Sumut Novita Kusuma Wardani menjelaskan macan akar merupakan salah satu spesies kucing hutan. Macan akar termasuk satwa dilindungi.

"Satwa tersebut bukan harimau Sumatera, tapi macan akar," jelas Novita saat dikonfirmasi detikSumut, Minggu (25/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena macan akar juga termasuk satwa dilindungi, Novita berpesan kepada masyarakat yang melintas di jalan tersebut untuk berhati-hati karena bersinggungan dengan lintasan satwa.

"Iya (satwa dilindungi), diharapkan masyarakat juga tetap hati-hati dan waspada melintas di daerah-daerah lintasan satwa," kata Novita.

Kronologi Satwa Dilindas

Berdasarkan video viral yang dilihat pada Minggu (25/1/2026), tampak sejumlah warga dan petugas kepolisian berdiri di salah satu sudut jalan. Di hadapan mereka, ada tumpukan daging bekas terlindas. Pengunggah menyebut peristiwa itu terjadi di sekitar Jembatan Sisera-sera Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon.

"Berdasarkan keterangan warga, sebelum kejadian terlihat tiga ekor harimau menyeberang jalan, terdiri dari satu induk dan dua anak. Satu anak harimau terlindas kendaraan, semetara induk dan satu anak lainnya berhasil melarikan diri ke semak-semak sekitar perladangan warga," demikian narasi unggahan tersebut.

Sementara itu, menurut Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumut Andar Saragih, awalnya masyarakat dan pengguna jalan melaporkan penemuan satwa terlindas itu ke kepala lingkungan (kepling) pada pukul 06.30 WIB. Kemudian kepling meneruskan laporan ke BBKSDA.

"Kepala lingkungan bersama masyarakat melakukan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 07.00 WIB dan sekitar pukul 07.30 WIB disusul kehadiran lurah dan Kapolsek Parapat," jelas Andar.

Sekitar pukul 09.00 WIB, bangkai satwa itu dikubur atas saran dari pihak kepolisian. Kemudian pada pukul 10.30 WIB, petugas dari Resor Anecc dan Cagar Alam Batu Gajah tiba di lokasi dan tidak lagi menemukan bangkai tersebut karena sudah dikubur.

Petugas BBKSDA bersama polisi dan pemerintah setempat membongkar kembali kuburan satwa itu untuk memastikan jenis satwa yang terlindas. Setelah diidentifikasi, dipastikan bahwa hewan itu bukanlah anak harimau Sumatera, melainkan macan akar.

"Setelah dilakukan pembongkaran dan hasil identifikasi oleh petugas, dapat dinyatakan bahwa satwa tersebut bukan Harimau Sumatera melainkan macan akar," kata Andar.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads