Atlet Ngeluh Bonus Turun, Dispora Banjarmasin Pastikan Tak Ada Potongan

Atlet Ngeluh Bonus Turun, Dispora Banjarmasin Pastikan Tak Ada Potongan

Khairun Nisa - detikKalimantan
Selasa, 27 Jan 2026 18:00 WIB
Kepala Disbudporapar Banjarmasin Ibnu Sabil.
Kepala Disbudporapar Banjarmasin Ibnu Sabil. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarmasin -

Bonus atlet Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Kalimantan Selatan yang mewakili Banjarmasin dikabarkan dipotong sebesar 15 persen. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Ibnu Sabil membantah kabar tersebut.

"Seluruh bonus akan ditransfer langsung ke rekening atlet, tidak ada potongan apapun kecuali Pph yang wajib," tegas Ibnu Sabil, Selasa (27/1/2026).

Ibnu Sabil mengatakan bahwa pemotongan bonus atlet itu tidak dilakukan oleh Disbudporapar tanpa alasan. Menurutnya, nilai bonus tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan daerah yang terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang benar ada penurunan, itu karena kemampuan daerah hanya segitu. Kita sudah mencoba mengusulkan diangka yang sama yakni Rp 25 juta sampai Rp 30 juta, namun Pemko Banjarmasin tidak sanggup," kata Ibnu Sabil.

Selain itu, Ibnu mengatakan proses transfer akan dilakukan apabila data administrasi para atlet sudah lengkap. Proses transfer dana bonus diperkirakan akan berlangsung pada Februari 2026 mendatang.

"Proses transfer dijadwalkan mulai Februari, asalkan data administrasi atlet lengkap, kita teruskan ke BPKPAD dan akan ditransfer oleh Bank Kalsel," ungkapnya.

Ibnu juga membantah tentang kabar yang menyebutkan bahwa bonus atlet dipotong 15 persen untuk dana pembangunan gelanggang olahraga (GOR). Ibnu memastikan alasan bonus para atlet itu ditransfer ialah untuk menghindari adanya pemotongan bonus dari tangan ke tangan. Bonus atlet langsung ditransfer ke rekening demi mencegah pungli ataupun jatah preman.

"Karena kita tahu selama ini ada potongan-potongan yang dilakukan dari tangan ke tangan, karena itu kita transfer untuk meminimalisir hal itu," sebutnya.

Ibnu menyayangkan Disbudporapar disalahkan terkait potongan 15 persen itu. Ia menekankan bahwa biaya pembangunan GOR olahraga tidak akan diambil dari dana bonus atlet. Dana pembangunan sudah dianggarkan dan akan dibangun oleh PUPR Banjarmasin melalui anggaran 2025 yang digeserkan ke 2026.

"Itu bahkan sudah dianggarkan pada 2025, namun karena waktunya tidak cukup akhirnya digeser ke 2026. Sudah dianggarkan Rp 8 miliar, itu siap dibangun," tekan Ibnu Sabil.

Ia kembali menegaskan bahwa pungutan apapun yang dilakukan oleh oknum, maupun instansi terkait bonus atlet merupakan pungutan liar dan dapat diadukan ke Disbudporapar Kota Banjarmasin.

"Saya bisa sebut demikian (Pungli), silakan laporkan saja ke kami. Nanti akan kami telusuri dan kami tidak ada melakukan pemotongan apapun," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah atlet Peparprov Kalsel dari Banjarmasin mengeluhkan bonus yang turun hingga dipotong 15 persen. Padahal Kota Banjarmasin menjadi juara umum dalam Peparprov Kalsel 2025.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Hidangan Lezat yang Memanjakan Lidah di Penginapan Banjarmasin"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads