Puasa Ayyamul Bidh Bulan Syaban 1447 H: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Puasa Ayyamul Bidh Bulan Syaban 1447 H: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 29 Jan 2026 16:31 WIB
Ilustrasi puasa
Ilustrasi puasa. Foto: Freepik
Balikpapan -

Puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amalan ini dilakukan pada hari-hari pertengahan setiap bulan Hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15, termasuk pada bulan Syaban.

Ayyamul Bidh sendiri bermakna hari-hari putih. Sebutan ini berasal dari kondisi bulan yang sedang purnama sehingga malamnya terang benderang. Puasa ini memiliki keistimewaan karena Rasulullah SAW sering mengamalkannya setiap bulan.

Amalan ini disebutkan dalam sejumlah hadits shahih, termasuk riwayat yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra bahwa Nabi SAW sering berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik saat di rumah maupun dalam perjalanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada juga hadis riwayat Abu Dharr ra yang menyatakan bahwa Nabi SAW bersabda:

يَا أَبَا ذَرٍّ إذا صُمْتَ من الشَّهرِ ثلاثًا فصُم ثلاثَ عَشرةَ، وأربعَ عشرةَ، وخَمسَ عشرةَ

"Wahai Abu Dharr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas."

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan an-Nasa'i.

Karena itulah puasa Ayyamul Bidh hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan) oleh para ulama.

Waktu Puasa Ayyamul Bidh 2026

Menurut kalender Hijriah dan penetapan resmi kalender Islam yang dianjurkan mengikuti Kementerian Agama RI, puasa Ayyamul Bidh pada bulan Syaban tahun ini jatuh pada bulan Februari dengan rincian berikut:

13 Syaban 1447 H: 1 Februari 2026
14 Syaban 1447 H: 2 Februari 2026
15 Syaban 1447 H: 3 Februari 2026

Menariknya, 15 Syaban juga bertepatan dengan Nisfu Syaban yang memiliki banyak keutamaan, sehingga momen ini sebaiknya tidak ditinggalkan begitu saja.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Niat puasa sunnah, termasuk puasa Ayyamul Bidh, harus dilafalkan dalam hati atau diucapkan sebelum terbit fajar. Adapun niatnya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ayyamil bidh lillahi ta'ala)

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa ini memiliki beberapa keutamaan yang disebut oleh para ulama. Dikutip dari NU Online, berpuasa tiga hari di pertengahan bulan adalah salah satu ibadah baik yang mengikuti sunnah Rasul.

Hukum puasa Ayyamul Bidh adalah Sunnah Muakkad seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW secara konsisten sepanjang hidupnya.

Beberapa ulama menyampaikan bahwa puasa tiga hari di setiap bulan setara dengan pahala puasa sepanjang tahun karena pahala puasa dihitung sepuluh kali lipat, sehingga tiga hari setara dengan 30 hari puasa.

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Hadis Bukhari 1878 dan Muslim 1159:

عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ

Dari dari Abu Utsmân an-Nahdi, bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Berpuasa tiga hari setiap bulan seperti berpuasa setahun penuh.'

Dengan keutamaan-keutamaan di atas, maka alangkah baiknya seorang Muslim mengamalkan apa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Jangan lewatkan kesempatan ibadah ini, semoga bermanfaat. Wallahu a'lam bi ash-showab.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads