Banyak Gen Z Kena Kanker Usus Besar, Ini Makanan yang Jadi Biang Keroknya

Internasional

Banyak Gen Z Kena Kanker Usus Besar, Ini Makanan yang Jadi Biang Keroknya

Sarah Oktaviani Alam - detikKalimantan
Senin, 02 Feb 2026 20:30 WIB
usus besar
Usus besar/Foto: ilustrasi/thinkstock
Balikpapan -

Sebuah studi mengungkap hubungan signifikan antara mengonsumsi ultra processed food dengan meningkatnya kasus kanker kolorektal atau usus besar dini. Temuan itu memberikan petunjuk mengkhawatirkan soal penyebab kenaikan penyakit tersebut di kalangan anak muda.

Di tengah meningkatkan angka kanker usus besar dan rektum di kalangan orang dewasa muda di seluruh dunia, khususnya Amerika Serikat, konsumsi ultra processed food juga melonjak. Sekitar 70 persen dari pasokan makanan di AS dan hampir 60 persen dari asupan kalori orang dewasa. Sederet penelitian telah mengaitkan tren itu dengan risiko kanker yang lebih tinggi.

Studi pertama dari jenisnya yang dipublikasikan di JAMA Oncology, menambahkan bukti baru bahwa ultra processed food bisa secara signifikan meningkatkan kemungkinan berkembangnya adenoma kolorektal dini. Itu merupakan pertumbuhan awal di usus besar dan rektum yang dapat berubah menjadi kanker, sebelum usia 50 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan studi tersebut, sumber utama ultra processed food yang dikonsumsi termasuk roti dan makanan sarapan, saus dan bumbu, serta minuman manis atau minuman buatan. Peserta yang mengonsumsi ultra processed food paling banyak, sekitar 10 porsi per hari, memiliki risiko 45 persen lebih tinggi untuk mengembangkan pertumbuhan awal ini dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi sekitar tiga porsi per hari.

"Temuan ini mengatakan bahwa tidak bersifat definitif, tetapi memberikan petunjuk penting bahwa apa yang kita makan mungkin berperan," kata penulis senior studi, Dr Andrew Chan dari Mass General Brigham Cancer Institute.

Ahli juga mencatat ultra processed food telah dikaitkan dengan kondisi kesehatan lain seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. "Untuk sejauh mungkin, Anda harus mencoba menghindari ultra processed food dan menyusun diet Anda dari real food seutuhnya," beber Dr David Katz, pendiri True Health Initiative.

"Yang sebagian besar terdiri dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan/legum, kacang-kacangan, dan air putih," tambahnya, dikutip dari Economic Times.

Untuk diketahui, ultra processed food biasanya mengandung zat aditif seperti pengawet, emulsifier, pemberi rasa, dan bahan pemutih atau pengembang, rendah serat tetapi tinggi kalori, gula, biji-bijian yang diproses, lemak, garam, serta aditif yang dirancang untuk meningkatkan rasa dan umur simpan.

Berdasarkan laporan tersebut, pertumbuhan jaringan awal yang tidak terdeteksi sering kali tidak menunjukkan gejala. Tetapi, saat pertumbuhan menjadi lebih besar, bisa menyebabkan tinja berwarna gelap atau berdarah, nyeri perut, anemia, penurunan berat badan yang tidak diinginkan, dan konstipasi.

Ahli merekomendasikan skrining dimulai pada usia 45 atau lebih awal jika terdapat riwayat keluarga dengan kanker kolorektal.

Artikel ini sebelumnya tayang di detikHealth dengan judul Ternyata Makanan Ini Jadi Biang Kerok Banyak Gen Z Kena Kanker Usus Besar.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads