Sebuah pohon randu alas raksasa di Lapangan Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditebang. Uniknya, pohon yang diyakini berusia ratusan tahun ini baru selesai ditebang dalam lima hari, sejak 2 Februari 2026.
Saking besar dan kuatnya pohon, serta letaknya yang berdekatan dengan rumah warga, proses penebangannya tak menggunakan peralatan biasa. Pemotongan cabang-cabang dilakukan pada dua hari pertama menggunakan bantuan crane.
Selanjutnya pemotongan dilakukan secara manual dan baru selesai pada Jumat (6/2). Dalam video yang diterima detikJateng, tampak BeritaKlik-BeritaKlik pohon randu alas itu ditarik hingga posisi miring dan ambruk menuju arah lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan Ditebang
Adapun penebangan randu alas raksasa ini merupakan rekomendasi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang telah melakukan penelitian sebelumnya. Disebutkan bahwa pohon itu sudah mati.
"Sesuai surat yang dikirimkan Pak Kades kepada Pak Bupati, kami mendapatkan tembusan. Di mana kami beberapa OPD yang Senin (26/1) lalu rapat di Balkondes Tuksongo. Kesepakatan, sesuai arahan dari kajian Tim Kajian UGM bahwa itu (randu alas) sudah mati," ujar dia.
Pohon tersebut tak seluruhnya ditebang, namun disisakan 8 meter. Batang pohon sisa tersebut akan dijadikan monumen.
Kepala Desa Tuksongo, M Abdul Karim, mengatakan Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyetujui pemotongan disisakan dan mensupport terkait anggaran penataan.
"Rencana, kita menyisakan pohon randu setinggi 8 meter. Nanti, kita amankan bagaimana caranya biar fosil (pohon) itu tetap awet bisa jadi ikon," kata Karim kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
"Insyallah nantinya di situ ada gambaran pohon randu yang masih berwujud," ujarnya.
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)
