Janji Manis yang Miris dari Bocah Penjual Tisu ke Ibunya: Bawa Pulang Beras

Regional

Janji Manis yang Miris dari Bocah Penjual Tisu ke Ibunya: Bawa Pulang Beras

Tim detikSulsel - detikKalimantan
Senin, 09 Feb 2026 14:00 WIB
Tangkapan layar seorang ibu menangis histeris sambil memeluk jasad anaknya yang ditabrak alat berat di Kendari.
Foto: Tangkapan layar seorang ibu menangis histeris sambil memeluk jasad anaknya yang ditabrak alat berat di Kendari. (Dok. Istimewa)
Balikpapan -

Bocah di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Najwa (8) tewas tertabrak alat berat saat berjualan tisu di jalan. Ibu Najwa, Nurhana mengenang pesan-pesan terakhir dari anaknya itu.

Menurut Nurhana, Najwa sempat duduk di sudut rumah sambil menatapnya. Bocah itu kemudian menyampaikan niatnya untuk keluar menjual tisu karena di rumah sudah tidak ada nasi maupun beras.

"Saat pamit, dia bilang, 'Mak tunggumi, saya bawa pulangkan kita beras sama uang yang banyak'" ujar Nurhana kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia bilang, 'Mak, tidak adami nasi, tidak adami beras'. Saya bilang cuma sebentar itu untuk adik-adikmu. Dia bilang biarmi, dia mau jual tisu dulu buat beli beras," ungkapnya.

Saat itu, Najwa kemudian mengambil jilbab dan sweater karena merasa kedinginan di luar rumah. Ia merapikan pakaiannya sebelum benar-benar keluar rumah untuk berjualan.

"Pas keluar, dia salim lama sekali. Dia cium tanganku, lalu bilang, 'Mak ciumpi saya lama-lama'. Saya tidak mengerti ternyata itu terakhir kalinya," kenangnya.

Najwa juga sempat bertanya kepada sang ibu soal penampilannya. Ia mengaku masih jelas mengingat percakapan terakhir mereka.

"Dia bilang, 'Mak, saya cantikji kah?' Saya jawab, 'Cantik sekaliko, nak'. Habis itu dia bilang, 'Mak tunggumi, saya bawa pulangkanko beras sama uang yang banyak'," katanya.

Nurhana mengaku tak memiliki firasat buruk sama sekali malam itu. Najwa bahkan keluar rumah sambil berjalan mundur, seolah enggan berpisah.

"Dia bilang mau pergi cari uang. Saya sempat larang karena hujan dan malam, tapi dia bilang ndak apaji," tuturnya.

Nurhana menambahkan selepas magrib, salah satu anaknya memberi kabar kondisi Najwa yang sudah bersimbah darah. Sang ibu pun langsung berlari ke lokasi, namun kondisi korban sudah tidak bernyawa.

"Setelah salat magrib saya dengarmi kabarnya, adiknya datang bilang Najwa sudah bersimbah darah. Sudah ndak bisami ditolong. Saya angkat dari aspal, sudah tidak bergerak," pungkasnya

Baca selengkapnya di sini.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads