Sebelum Tewas Ditembak, Pilot-Kopilot Smart Air Sempat Lari ke Hutan

Regional

Sebelum Tewas Ditembak, Pilot-Kopilot Smart Air Sempat Lari ke Hutan

Hasrul - detikKalimantan
Rabu, 11 Feb 2026 15:21 WIB
Pesawat Smart Air saat mendarat di lapangan terbang Distrik Bilogai, Intan Jaya. (Dok. Istimewa).
Foto: Pesawat Smart Air saat mendarat di lapangan terbang Distrik Bilogai, Intan Jaya. (dok. Istimewa).
Boven Digoel -

Pilot dan kopilot Smart Air yang baru mendarat di Boven Digoel pada Rabu (11/2) siang tewas ditembaki orang tak dikenal. Sementara para penumpang pesawat dievakuasi dalam keadaan selamat.

Dilansir detikSulsel, Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Pradana menjelaskan pesawat Smart Air itu terbang dari Tanah Merah dan mendarat di Bandara Korowai, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma. Kemudian pada pukul 11.00 WIT, pesawat ditembaki.

Diduga pada saat itu pilot dan kopilot berusaha menyelamatkan diri ke arah hutan. Wisnu mengatakan pihak kepolisian menerima informasi dua jam kemudian bahwa keduanya tewas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya kami terima informasi kejadiannya jam 11.00 WIT, saya belum konfirmasi kapan kejadianya (kejadian pastinya), tapi kami terima di Polres itu jam 11.00 WIT. Lalu kita terima informasi pilot dan kopilot meninggal dunia ini pukul 13.17 WIT," beber Wisnu kepada detikSulsel.

"(Pesawat dari) Tanah Merah tujuan Korowai yang mengangkut 13 penumpang termasuk pilot dan kopilot itu ditembak di Bandara Korowai, seketika sampai di Bandara Korowai pilot dan kopilot ini melarikan diri ke hutan," sambungnya.

Pesawat mengangkut 13 orang termasuk pilot dan kopilot. Wisnu melaporkan bahwa semua penumpang dalam keadaan selamat. Kepolisian langsung berkoordinasi dengan Satgas untuk mengevakuasi jenazah pilot dan kopilot.

"Kita sudah koordinasi dengan satgas baik Rajawali, Damai Cartens untuk evakuasi jenazah dulu, ini yang sekarang sedang diproses untuk dilakukan," jelasnya.

Wisnu menambahkan bahwa proses evakuasi masih dalam tahap perencanaan karena kendala berupa keterbatasan transportasi dan jarak menuju lokasi korban.

"Ini sedang diproses (upaya evakuasi korban), karena kita keterbatasan moda transportasi dan jaraknya, jadi memang harus direncanakan baik dulu," lanjut Wisnu.

Senada Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi terkait peristiwa penembakan tersebut. Pihaknya sedang berupaya menjangkau lokasi untuk menindaklanjuti insiden itu.

"Polda Papua dan pers Ops Damai Cartenz 2026 sedang Konsolidasi untuk merespon peristiwa tersebut. Diharapkan bisa segera tiba di lokasi secepatnya menyesuaikan tantangan kondisi geografis dan aksesnya," kata Johnny.

Baca selengkapnya di detikSulsel.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads