Update Kasus Keracunan Menu MBG di Ketapang, Total 417 Korban Sudah Pulih

Update Kasus Keracunan Menu MBG di Ketapang, Total 417 Korban Sudah Pulih

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Minggu, 15 Feb 2026 20:14 WIB
Korban yang Diduga Keracunan Perkedel Tahu MBG di Ketapang
Korban yang diduga keracunan perkedel tahu MBG di Ketapang/Foto: Istimewa
Ketapang -

Penanganan kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) dinyatakan selesai. Seluruh korban yang terdampak telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Program MBG Region Kalbar, Agus Kurniawi menyampaikan pasien terakhir yang sebelumnya dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada hari ini.

"Dengan kepulangan pasien terakhir, seluruh korban dugaan keracunan MBG di SPPG Marau Riam Batu Gading mitra CV Pilar telah pulih," kata Agus kepada detikKalimantan, Minggu (15/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data rekapitulasi, total korban terdampak dalam peristiwa tersebut mencapai 417 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 414 orang mendapat penanganan di puskesmas maupun menjalani perawatan di rumah.

"Sementara tiga orang sempat dirujuk ke RSUD Agoesdjam Ketapang. Ketiganya atas nama Andre siswa SMP, Selvia Lestari guru SMP, dan Yeyen, juga sudah pulih," beber Agus.

Ia menjelaskan sejak laporan pertama diterima hingga hari kedelapan, situasi telah dinyatakan terkendali dan kondusif. Seluruh korban sudah mendapatkan penanganan medis secara menyeluruh dan dinyatakan pulih.

Meski demikian, proses evaluasi serta pendalaman terkait penyebab kejadian masih terus berlangsung. Agus mengatakan dugaan keracunan menu MBG ini terjadi pada Rabu, 4 Januari 2026. Pagi itu, menu yang disediakan SPPG Ketapang Marau Riam Batu Gading terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi dan wortel serta puding.

"Jadi, menu ini hari Rabu, kemudian penerima manfaat mengaku mulai merasakan pusing, mual dan muntah-muntah. Karena menganggap itu hanya mual dan pusing biasa, makanya tidak dibawa berobat. Sehingga kami menyimpulkan kejadian yang dialami pada hari Kamis pagi, besar kemungkinan akibat menu pada hari Rabu," beber Agus.

Bahkan, kata dia, pihaknya baru menerima laporan dugaan keracunan dari pihak sekolah pada Kamis (5/2/2026) pagi. Dalam laporan itu, banyak siswa yang tidak masuk sekolah dikarenakan mengalami mual dan muntah.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pengawas gizi, pengawas keuangan, bersama asisten lapangan (aslap) langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Selanjutnya, pihak sekolah membawa anak-anak yang terdampak ke Puskesmas Marau.

"Jadi ini akibat menu yang didistribusikan pada hari Rabu kemarin, dan untuk hari Kamis (saat heboh keracunan) distribusi menu MBG dihentikan, karena fokus penanganan siswa yang dirawat," ujarnya.




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads