Operasional SPPG Rasau Jaya Dihentikan Buntut Menu MBG Ditolak Ratusan Siswa

Operasional SPPG Rasau Jaya Dihentikan Buntut Menu MBG Ditolak Ratusan Siswa

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Rabu, 25 Feb 2026 20:00 WIB
Penolakan MBG di SMAN 1 Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Menu MBG ditolak dan dikembalikan di Kubu Raya. Foto: Dok. Istimewa
Kubu Raya -

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rasau Jaya Satu 2, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar). Penghentian dilakukan menyusul dugaan kejadian menonjol (KM) terkait menu minimalis dan viralnya penolakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 585/D.TWS/02/2026 tertanggal 25 Februari 2026 yang ditujukan kepada Kepala SPPG Kubu Raya Rasau Jaya Rasau Jaya Satu 2.

Dalam surat itu disebutkan, langkah penghentian sementara didasarkan pada laporan Kepala SPPG tertanggal 24 Februari 2026 terkait dugaan kejadian menonjol, hasil investigasi singkat di lapangan, serta laporan Koordinator Regional Kalbar mengenai menu minimalis dan pemberitaan viral penolakan MBG. Pertimbangan pimpinan BGN juga menjadi dasar keputusan tersebut, terutama terkait kualitas menu MBG yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk sementara SPPG Kubu Raya Rasau Jaya Rasau Jaya Satu 2 dihentikan operasionalnya sampai dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," demikian isi surat tersebut.

Penghentian operasional berlaku hingga hasil investigasi dan pemeriksaan menu selesai dilakukan serta dinyatakan memenuhi standar keamanan dan kelayakan pangan. Surat itu ditandatangani atas nama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan.

Kepala Program MBG Region (Kareg) Kalbar Agus Kurniawi menambahkan bahwa SPPG yang dihentikan sementara tersebut berada di bawah naungan Yayasan Sreda Palilah Prasravana. Ia menegaskan bahwa sebelum puasa, pihaknya sudah mengimbau SPPG soal menu kering.

"Jauh sebelum bulan puasa, saya sudah beritahu ke semua SPPG untuk berhati-hati dalam menentukan menu kering. Karena bisa dihitung secara nyata dan masyarakat kita sudah pintar," jelas Agus.

Agus mengaku masih menyisir sejumlah SPPG untuk mendeteksi adanya masalah pada menu. SPPG yang bermasalah akan diberi efek jera.

"Ini masih saya sisir lagi untuk SPPG yang menu-menu bermasalah," kata Agus.

Sebelumnya, sebanyak 743 siswa dan 50 guru di SMAN 1 Rasau Jaya mengembalikan paket MBG edisi Ramadan karena menu yang diterima dinilai tidak sesuai dari sisi pemenuhan gizi.

Menu MBG yang dibagikan untuk jatah dua hari berisi setengah tongkol jagung, lima butir kurma, tiga buah kelengkeng, satu jeruk, satu kue piscok, dan satu bolu kukus.

Menu tersebut dinilai tidak memenuhi ekspektasi penerima manfaat sehingga diputuskan untuk dikembalikan sebagai bentuk evaluasi. Pihak BGN kemudian melakukan evaluasi menyeluruh.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads