Aksi 'Iron Man' Arungi Sungai Salurkan MBG di Pontianak

Aksi 'Iron Man' Arungi Sungai Salurkan MBG di Pontianak

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Sabtu, 28 Feb 2026 06:01 WIB
Dua petugas mengenakan kostum superhero mengarungi sungai untuk mengantar MBG ke sekolah yang sulit dijangkau jalur darat. (dok Istimewa)
Foto: Dua petugas mengenakan kostum superhero mengarungi sungai untuk mengantar MBG ke sekolah yang sulit dijangkau jalur darat. (dok Istimewa)
Pontianak -

Distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) dilakukan dengan cara unik. Di SD Negeri 25 Pontianak, MBG untuk ratusan siswa diantar lewat jalur sungai oleh petugas berkostum superhero.

Sekolah tersebut berlokasi di Jalan Tanjung Pulau, Gang Baladewa, Kampung Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, yang merupakan kawasan padat penduduk. Namun akses menuju sekolah tersebut terbatas.

SD Negeri 25 Pontianak hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau sepeda motor. Maka petugas memilih jalur sungai karena dinilai paling efektif dan aman untuk memastikan makanan tiba tepat waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap hari distribusi dilakukan menggunakan perahu menyusuri aliran sungai di kawasan tersebut. Cara ini dipilih agar makanan tetap dalam kondisi baik dan tidak terlambat sampai ke tangan para siswa.

Sementara kehadiran para 'superhero' itu sontak mencuri perhatian siswa yang sudah menunggu dengan antusias. Kepala SD Negeri 25 Pontianak, Eko Bintarto, mengaku bersyukur sekolahnya menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut.

"Kami dari pihak sekolah bersyukur alhamdulillah mendapatkan makanan bergizi gratis. Dalam pelayanan pendistribusian, kualitas makanan, hingga arahan yang diberikan kepada anak-anak, guru, dan staf, semuanya berjalan baik. Selama ini tidak ada kendala," ujar Eko, Jumat (27/2/2026).

Menurut Eko, pengelolaan dan pendistribusian MBG yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Yayasan Pendidikan Al-Faqihil Muqoddam.

"Sebelumnya, diawali dengan simulasi serta briefing terkait pengelolaan makanan. Sekolah diberi ruang menyampaikan masukan dan keluhan sebagai bagian dari evaluasi program," ujar Eko.

Dengan jumlah siswa mencapai 162 orang, kata Eko, pihak sekolah berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan MBG. Apalagi, kondisi geografis dan akses SD 25 berbeda dengan sekolah lain di wilayah perkotaan yang lebih mudah dijangkau kendaraan roda empat.

Sementara itu, Kepala Program MBG Region Kalbar, Agus Kurniawi, turut mengapresiasi langkah SPPG yang tetap berkomitmen menjangkau sekolah dengan akses terbatas.

"Kami sangat mengapresiasi upaya SPPG yang tetap memastikan distribusi berjalan lancar meskipun akses menuju sekolah cukup sulit. Jalur sungai menjadi solusi yang tepat di wilayah seperti ini. Yang terpenting adalah anak-anak tetap menerima makanan bergizi tepat waktu dan dalam kondisi baik," ujar Agus.

Ia menegaskan, MBG bukan sekadar program pembagian makanan, tetapi bagian dari upaya pemerataan layanan gizi bagi seluruh siswa, termasuk yang berada di kawasan dengan keterbatasan infrastruktur.

"Distribusi lewat sungai menjadi bukti bahwa keterbatasan akses bukan alasan untuk menghentikan pelayanan, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan kreativitas. Apalagi itu petugasnya mengenakan kostum superhero," tutupnya.

Ia pun berharap semakin banyak SPPG yang memiliki kreativitas baik dari distribusi maupun kreativitas untuk menu.

"Sehingga menarik, dan menu tidak membuat siswa bosan terhadap menu MBG dan MBG di tempat kita menjadi lebih baik lagi," harapnya.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads