Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tarakan merilis data resmi mengenai jumlah penanganan insiden sepanjang 2025 hingga Januari 2026.
Menariknya, selain menangani kebakaran, petugas Damkar juga kerap berhadapan dengan kejadian unik di luar dugaan. Mulai dari menangkap ular kobra yang memangsa biawak hingga melepaskan cincin dari jari jenazah.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan, Eko Supriyatnoko, menjelaskan sepanjang tahun 2025, pihaknya telah melayani total 604 kejadian. Angka ini terdiri dari 59 kasus kebakaran dan 545 Operasi Darurat Non-Kebakaran (ODNK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data statistik ini kami informasikan ke masyarakat. Total tahun 2025 itu ada 59 kejadian kebakaran, sementara untuk ODNK mencapai 545 kejadian," ujar Eko kepada detikKalimantan, Kamis (5/3/2026).
Kebakaran Rumah dan Lahan Mendominasi
Dari 59 kasus kebakaran di tahun 2025, objek yang paling banyak terbakar adalah rumah atau permukiman warga sebanyak 22 kasus. Disusul oleh kebakaran lahan (9 kasus), instalasi listrik/gardu/pipa gas (8 kasus), bangunan usaha/perusahaan (6 kasus), kendaraan (4 kasus), serta objek lain seperti tempat sampah dan kompor (10 kasus).
"Jika dilihat dari sebaran wilayahnya, Kecamatan Tarakan Tengah menjadi area paling rawan dengan catatan 35 kasus kebakaran. Disusul Tarakan Barat dengan 13 kasus, dan Tarakan Timur sebanyak 9 kasus," bebernya.
Sementara itu, pada awal tahun 2026 (periode Januari), Damkar Tarakan mencatat adanya pergeseran tren. Dari total 9 kasus kebakaran di bulan pertama tersebut, 4 di antaranya merupakan kebakaran lahan.
"Januari 2026 ada 4 kasus kebakaran lahan, lain-lain termasuk masjid/gas/tabung dan sampah ada 3, 1 kasus untuk kebakaran rumah dan 1 kasus tempat usaha," rincinya.
Untuk layanan ODNK, evakuasi satwa liar terutama ular lebih dari 50% beban kerja non-kebakaran. Sepanjang 2025, Damkar Tarakan mengevakuasi ular sebanyak 287 kali, disusul tawon (89 kasus), biawak (36 kasus), dan hewan lainnya (62 kasus).
Terkait evakuasi satwa, Eko menceritakan sebuah kejadian unik di bulan Januari saat timnya merespons laporan warga di sekitar SMA 2. Begitu anggota datang, ternyata ularnya sedang makan biawak. Padahal biasanya biawak yang mangsa ular.
Tidak hanya urusan satwa, profesionalitas personel Damkar juga diuji lewat permintaan bantuan tak terduga dari masyarakat, yang membuat jargon 'ujung-ujungnya Damkar' semakin melekat. Sepanjang 2025, ada 44 kasus pelepasan cincin. Salah satu yang paling membekas adalah evakuasi cincin pada jenazah.
"Ada masyarakat meninggal di rumah sakit, sudah dibawa ke rumah duka, ternyata cincinnya belum dilepas. Ya mau tidak mau, anggota itu profesional. Di rumah duka, di tengah suasana masyarakat yang sedang bertakziah, teman-teman datang bawa gerinda kecil untuk memotong cincin tersebut," kenang Eko.
Bahkan, kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap Damkar Tarakan juga terlihat dari laporan-laporan nyeleneh. "Pernah ada orang tua yang tidak mau minum obat, itu dibawa ke Damkar. Setelah dinasihati anggota kami, akhirnya beliau
mau minum obat," tambahnya.
Tingginya angka layanan ini (termasuk 29 kasus tambahan di Januari 2026) menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat. Eko menegaskan bahwa Damkar selalu siap siaga merespons laporan warga dengan target response time 15 menit, termasuk saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
"Bagi masyarakat Tarakan yang membutuhkan bantuan darurat, baik kebakaran maupun non-kebakaran, dapat langsung menghubungi Call Center 112 (gratis) atau 113," katanya.
"Harapan kami, masyarakat tidak bercanda saat melapor, karena setiap informasi masuk langsung direspons oleh regu piket kami ke lokasi," pungkasnya.
(sun/des)