- Apa Itu Campak?
- Ciri-Ciri Seseorang Terkena Campak 1. Demam Tinggi 2. Batuk dan Pilek 3. Mata Merah dan Sensitif terhadap Cahaya 4. Muncul Bintik Koplik di Dalam Mulut 5. Ruam Merah Menyebar ke Seluruh Tubuh 6. Tubuh Terasa Lemas dan Nafsu Makan Menurun 7. Gangguan Pencernaan
- Campak Sangat Mudah Menular
- Pentingnya Vaksin untuk Mencegah Campak
- Segera Periksa ke Dokter Jika Muncul Gejala Ini
Kasus campak di Indonesia akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus yang telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium serta 69 kematian.
Sementara pada tahun 2026 hingga minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi dan 4 kematian atau sekitar 0,05%. Di periode yang sama juga terjadi 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak serta 13 KLB campak yang telah terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi.
Data di atas menunjukkan bahwa campak masih menjadi penyakit menular yang perlu diwaspadai oleh masyarakat Indonesia saat ini. Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri seseorang yang terkena campak sejak dini, sehingga penanganan dapat segera dilakukan sekaligus mencegah penularan lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuk, kenali apa itu campak, bagaimana ciri-ciri seseorang yang terkena campak, dan kapan harus ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Simak informasinya berikut ini yang disadur dari infografis Puskesmas Halmahera.
Apa Itu Campak?
Campak adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini dikenal sangat menular dan umumnya ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di kulit yang disertai gejala mirip flu.
Virus penyebab campak masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, atau mata. Setelah itu, virus akan berkembang di saluran pernapasan dan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Penyebaran virus inilah yang akhirnya memicu berbagai gejala, termasuk ruam khas pada kulit penderita.
Gejala campak biasanya muncul sekitar 6 hingga 21 hari setelah seseorang terpapar virus. Selama masa ini, penderita mungkin belum menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.
Yang perlu diwaspadai, penderita campak bahkan sudah bisa menularkan virus kepada orang lain empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam terlihat.
Ciri-Ciri Seseorang Terkena Campak
1. Demam Tinggi
Salah satu tanda paling awal dari campak adalah demam tinggi. Demam ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat mencapai suhu lebih dari 38°C.
Demam sering juga disertai dengan rasa tidak nyaman pada tubuh, lemas, serta sakit kepala. Pada beberapa kasus, demam juga dapat berlangsung selama beberapa hari sebelum muncul gejala lainnya.
2. Batuk dan Pilek
Campak pada tahap awal sering kali menyerupai penyakit flu biasa. Penderita biasanya mengalami:
- Batuk kering
- Hidung berair atau pilek
- Sakit tenggorokan
Gejala ini muncul karena virus campak menyerang saluran pernapasan. Karena itulah, banyak orang tidak langsung menyadari bahwa dirinya sedang mengalami infeksi campak.
3. Mata Merah dan Sensitif terhadap Cahaya
Ciri lain yang cukup khas dari campak adalah mata merah atau iritasi pada mata. Mata penderita juga sering menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
Kondisi ini biasanya disertai dengan mata berair serta rasa perih. Pada beberapa penderita, keluhan ini dapat membuat mereka merasa tidak nyaman ketika berada di tempat yang terang.
4. Muncul Bintik Koplik di Dalam Mulut
Sebelum ruam muncul di kulit, sebagian penderita campak akan mengalami bintik Koplik di dalam mulut. Bintik ini berupa bercak kecil berwarna putih keabu-abuan yang muncul di bagian dalam pipi atau di sekitar tenggorokan. Walaupun ukurannya kecil, bintik ini merupakan salah satu tanda khas infeksi campak.
5. Ruam Merah Menyebar ke Seluruh Tubuh
Ciri yang paling mudah dikenali dari campak adalah munculnya ruam merah pada kulit. Ruam biasanya mulai muncul sekitar 3-5 hari setelah gejala awal, dengan urutan sebagai berikut:
- Muncul di belakang telinga dan sekitar garis rambut
- Menyebar ke wajah dan leher
- Menjalar ke dada dan punggung
- Akhirnya menyebar ke seluruh tubuh
Ruam ini dapat terlihat seperti bercak merah yang saling menyatu dan sering kali disertai rasa gatal atau tidak nyaman.
6. Tubuh Terasa Lemas dan Nafsu Makan Menurun
Penderita campak biasanya akan merasa sangat lelah dan tidak berenergi. Kondisi ini disebabkan karena tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi virus.
Selain itu, banyak penderita juga mengalami penurunan nafsu makan, bahkan pada anak-anak sering terlihat lebih rewel dan tidak aktif seperti biasanya.
7. Gangguan Pencernaan
Pada beberapa kasus, campak juga bisa menimbulkan gejala pada sistem pencernaan, seperti:
- Diare
- Mual
- Muntah
Gejala ini kemudian membuat tubuh kehilangan cairan sehingga penderita perlu mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
Campak Sangat Mudah Menular
Campak termasuk salah satu penyakit yang tingkat penularannya sangat tinggi. Virus dapat menyebar melalui udara ketika penderita batuk atau bersin.
Seseorang yang belum pernah terkena campak atau belum mendapatkan vaksin memiliki risiko lebih besar untuk tertular jika berada di dekat penderita.
Karena itulah, penyakit ini sering menyebar dengan cepat di tempat yang memiliki banyak orang, seperti sekolah, lingkungan kerja atau kantor, tempat penitipan anak, maupun tempat umum lainnya.
Pentingnya Vaksin untuk Mencegah Campak
Cara paling efektif untuk mencegah campak adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksin campak biasanya diberikan dalam bentuk vaksin MMR, yang melindungi tubuh dari campak, gondongan, dan rubella.
Di Indonesia, vaksin campak direkomendasikan diberikan pada beberapa tahap usia, yaitu:
- Usia 9 bulan: vaksin MR pertama
- Usia 18 bulan: vaksin MMR kedua
- Usia 5-7 tahun: vaksin booster sebelum masuk sekolah
Vaksin bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap virus campak. Dengan begitu, ketika virus masuk ke dalam tubuh, sistem imun sudah siap untuk melawannya.
Segera Periksa ke Dokter Jika Muncul Gejala Ini
Jika seseorang mengalami gejala yang mengarah pada campak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Segera periksa ke dokter terutama jika muncul kondisi berikut.
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun
- Kesulitan bernapas
- Kejang
- Penurunan kesadaran
- Diare atau muntah terus-menerus
- Tanda-tanda dehidrasi
Penanganan yang tepat sejak dini bisa membantu mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk kita mengenali ciri-ciri seseorang terkena campak, apalagi di kondisi Indonesia yang sedang mengalami peningkatan kasus seperti sekarang. Dengan mengenali gejala sejak dini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sekaligus mencegah penyebaran virus ke orang lain.
Selain itu, vaksinasi juga harus dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit campak. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, ya!
(des/des)
