Kapan Lailatul Qadar? Ini Perkiraan Waktunya di Ramadhan 2026

Langkah Emas Raih Kemenangan

Kapan Lailatul Qadar? Ini Perkiraan Waktunya di Ramadhan 2026

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Minggu, 08 Mar 2026 17:19 WIB
lailatul qadar, nuzulul quran
Ilustrasi Lailatul Qadar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Samarinda -

Malam Lailatul Qadar adalah sebuah malam yang sangat dinantikan umat Islam setiap bulan Ramadhan. Pada malam inilah Allah SWT memberikan keutamaan yang luar biasa besar bagi orang-orang yang beribadah. Bahkan, satu malam ini nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.

Memasuki pertengahan hingga akhir Ramadhan, banyak yang mulai mencari tahu kapan sebenarnya Lailatul Qadar terjadi. Walaupun waktu pastinya tidak diketahui secara pasti, para ulama telah memberikan petunjuk mengenai waktu yang paling mungkin.

Ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar. Jika dihitung, seribu bulan setara dengan sekitar 83 tahun lebih 4 bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada masa umat nabi-nabi terdahulu, manusia memiliki usia yang sangat panjang sehingga memiliki waktu yang lama untuk beribadah. Sementara itu, usia rata-rata umat Nabi Muhammad SAW berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Oleh karena itu, Allah SWT menganugerahkan Lailatul Qadar agar umat Nabi Muhammad tetap memiliki kesempatan meraih pahala yang sangat besar meskipun usia mereka relatif lebih singkat.

Kapan Lailatul Qadar Terjadi?

Lailatul Qadar terjadi satu kali setiap tahun pada bulan Ramadhan. Namun, umat Muslim tidak dapat mengetahui secara spesifik kapan malam ini terjadi.

Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadar sebaiknya dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam ganjil.

اِلْتَمِسُوْهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya:

"Carilah Lailatul Qadar itu di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan." (HR al Bukhari)

Sebagian ulama memiliki pendapat yang berbeda mengenai malam yang paling mungkin. Menurut Imam Syafi'i, Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam ke-21 atau ke-23 Ramadhan. Sementara itu, ulama lainnya berpendapat bahwa malam ke-27 Ramadhan merupakan waktu yang paling kuat.

Perkiraan Malam Lailatul Qadar Ramadhan 2026

Pada Ramadhan 1447 H atau di tahun 2026, terdapat perbedaan penetapan awal Ramadhan antara Muhammadiyah dan pemerintah melalui Kementerian Agama. Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026, sedangkan pemerintah menetapkan 1 Ramadhan pada 19 Februari 2026.

Berikut ini perkiraan malam-malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar:

Malam ganjil Ramadhan 1447 H

  • Malam ke-21
    Muhammadiyah: 9 Maret 2026 malam
    Pemerintah: 10 Maret 2026 malam
  • Malam ke-23
    Muhammadiyah: 11 Maret 2026 malam
    Pemerintah: 12 Maret 2026 malam
  • Malam ke-25
    Muhammadiyah: 13 Maret 2026 malam
    Pemerintah: 14 Maret 2026 malam
  • Malam ke-27
    Muhammadiyah: 15 Maret 2026 malam
    Pemerintah: 16 Maret 2026 malam
  • Malam ke-29
    Muhammadiyah: 17 Maret 2026 malam
    Pemerintah: 18 Maret 2026 malam

Karena waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah sejak malam ke-21 hingga akhir Ramadhan agar tidak melewatkan keutamaan malam tersebut.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar memiliki banyak keutamaan yang sangat sayang jika dilewatkan, apalagi malam ini hanya terjadi di satu malam di bulan Ramadhan. Beberapa keutamaannya seperti yang dikutip dari penjelasan Majelis Ulama Indonesia antara lain:

1. Malam Diturunkannya Al-Qur'an

Salah satu keutamaan terbesar Lailatul Qadar adalah sebagai malam diturunkannya Al-Qur'an. Proses turunnya Al-Qur'an sendiri terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah turunnya Al-Qur'an secara lengkap dari Lauh Mahfuz ke langit dunia, tepatnya di tempat yang disebut Bait al 'Izzah. Peristiwa inilah yang terjadi pada malam Lailatul Qadar.

Allah SWT berfirman:

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ

Artinya:

"Sesungguhnya Kami menurunkan Alquran itu pada malam Lailatul Qadar." (QS al Qadr: 1)

Rasulullah SAW juga menjelaskan waktu turunnya kitab-kitab suci dalam sebuah hadis berikut:

أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ، وأُنزِلَ الْإِنْجِيْلُ لِثَلَاثَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الزَّبُوْرُ لِثَمَان عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْفُرْقَانُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِيْنَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya:

"Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Taurat diturunkan pada malam keenam Ramadhan, Injil diturunkan pada malam tiga belas Ramadhan, Zabur diturunkan pada malam delapan belas Ramadhan dan Alquran diturunkan pada malam dua puluh empat Ramadhan." (HR Ahmad, ath Thabarani, al Baihaqi dan lainnya)

Tahap kedua turunnya Al-Qur'an adalah dari Bait al 'Izzah kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Wahyu pertama yang turun adalah lima ayat awal Surah Al-'Alaq yang diturunkan di Gua Hira melalui Malaikat Jibril.

2. Malam yang Penuh Keberkahan

Allah SWT juga menyebutkan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh berkah.

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةٖ مُّبَٰرَكَةٍ

Artinya:

"Sesungguhnya kami turunkan Alquran itu pada malam yang penuh berkah (malam Lailatul Qadar)." (QS ad Dukhan: 3)

3. Ditentukannya Berbagai Urusan Setahun Ke Depan

Pada malam Lailatul Qadar, Allah memberitahukan kepada para malaikat berbagai ketetapan yang akan terjadi selama satu tahun ke depan, seperti kelahiran, kematian, rezeki, maupun musibah yang menimpa manusia.

Hal ini dijelaskan dalam firman Allah:

فِيهَا يُفۡرَقُ كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ

Artinya:

"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS ad Dukhan: 4)

4. Pahala Ibadah Lebih Baik dari Seribu Bulan

Allah SWT menegaskan bahwa ibadah pada malam ini memiliki nilai yang luar biasa besar. Seperti yang telah dijelaskan, Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dibanding seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ

Artinya:
"Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS al Qadr: 3)

5. Para Malaikat Turun ke Bumi

Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi bersama Malaikat Jibril untuk mendoakan orang-orang yang beribadah, sebagaimana firman Allah:

تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ

Artinya:

"Pada malam itu turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan." (QS al Qadr: 4)

Rasulullah SAW juga bersabda:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ الْقَدْرِ نَزَلَ جِبْرِيْلُ فِي كَبْكَبَةٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ يُصَلُّوْنَ وَيُسَلِّمُوْنَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ قَائِمٍ أَوْ قَاعِدٍ يَذْكُرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَيَنْزِلُوْنَ مِنْ لَدُنْ غُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى طُلُوْعِ الْفَجْرِ

Artinya:

"Jika tiba Lailatul Qadar, malaikat Jibril turun dengan serombongan malaikat lalu mendoakan dan mengucapkan salam kepada setiap hamba yang berdiri atau duduk berdzikir mengingat Allah. Mereka turun dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar." (HR al Baihaqi dalam Syu'ab al Iman dan as Suyuthi dalam al Jami' al Kabir)

6. Malam yang Penuh Kedamaian

Lailatul Qadar juga disebut sebagai malam keselamatan hingga terbit fajar.

سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ

Artinya:

"Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." (QS al Qadr: 5)

Amalan yang Dianjurkan Saat Lailatul Qadar

Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memperbanyak shalat sunnah
  • Membaca Al-Qur'an
  • Berdzikir dan beristighfar
  • Melakukan i'tikaf di masjid
  • Memperbanyak doa

Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar yaitu:

اللهم إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun mencintai pengampunan, maka ampunilah dosa-dosaku."

Selain itu, doa yang sering dibaca Rasulullah juga dianjurkan untuk diamalkan:

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Artinya:

"Ya Allah, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka."

Karena keutamaannya yang sangat besar, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya fokus pada satu malam saja, tetapi menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan berbagai amal kebaikan. Dengan demikian, peluang untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar pun menjadi semakin besar.

Jangan lupa sebarkan informasi ini, semoga bermanfaat dan dipertemukan dengan Lailatul Qadar!

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Berlomba-lomba Meraih Berkah di 10 Malam Terakhir Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads