Trump Sebut Perang Lawan Iran Hampir Tuntas: Lebih Cepat dari Jadwal

Internasional

Trump Sebut Perang Lawan Iran Hampir Tuntas: Lebih Cepat dari Jadwal

Novi Christiastuti - detikKalimantan
Selasa, 10 Mar 2026 12:30 WIB
U.S. President Donald Trump returns to the White House, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Washington, D.C., U.S., March 1, 2026. REUTERS/Nathan Howard
Presiden AS Donald Trump. Foto: REUTERS/Nathan Howard
Balikpapan -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perang melawan Iran sudah hampir tuntas sepenuhnya. Menurut dia, Iran sudah tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan gabungan AS dan Israel.

Dikutip BeritaKlik dari Reuters, Trump menyebut perang ini sudah "sangat tuntas" karena kekuatan Iran semakin menipis. Trump mengklaim bahwa perang telah menghancurkan pabrik pembuatan drone di Iran.

"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya. Mereka (Iran) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," beber Trump dalam wawancara telepon dengan CBS News dari klub golfnya di Florida.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Militer AS mengerahkan pasukannya untuk menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran pada minggu pertama operasi militer. Operasi tersebut diberi nama "Operation Epic Fury". Trump mengklaim bahwa operasi tersebut telah berhasil memberangus sumber daya militer yang dimiliki Iran untuk menghadapi konflik ini.

"Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya," ucap Trump.

Trump juga menyebut Washington DC telah berhasil menaklukkan Iran jauh lebih cepat daripada perkiraan. Ekspektasi awal mereka, perang bisa berlangsung 4-5 minggu. Soal berakhirnya perang, Trump mengaku sudah memikirkan hal tersebut.

"Kita sangat jauh lebih cepat dari jadwal. .... Berakhirnya perang itu hanya ada di pikiran saya, bukan pikiran orang lain," lanjutnya.

Dia juga enggan berkomentar banyak tentang pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Mojtaba merupakan anak dari Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan AS-Israel 28 Februari 2026 lalu. Trump sendiri diketahui tidak senang dengan pemilihan Mojtaba dan menilai ada nama lain yang menurutnya lebih pantas menggantikan Khamenei.

"Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak," tegasnya.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads