Perjalanan mudik kerap melahirkan cerita-cerita unik sepanjang perjalanan. Begitu pula yang dialami oleh seorang pemudik bernama Isa (37). Pemudik dari Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut melahirkan di atas kapal dalam perjalanan menuju Parepare, Sulawesi Selatan. Beruntung penumpang tersebut dapat melahirkan dengan selamat dan langsung dijemput ambulans begitu sampai di Parepare.
Dilansir detikSulsel, peristiwa ini terjadi di KM Pantokrator pada Senin (16/3/2026). Persalinan Isa dibantu oleh petugas dan bidan yang bersiaga di atas kapal. Begitu kapal bersandar pada pukul 09.30 Wita, Isa terlihat ditandu turun dari kapal dan dievakuasi bersama bayi laki-lakinya dengan ambulans ke rumah sakit terdekat.
Nakhoda KM Pantokrator Kapten Ashar menceritakan proses persalinan darurat salah satu penumpangnya tersebut. Isa melahirkan sekitar 30 menit sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Parepare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ashar menjelaskan sebenarnya ada aturan tentang batas usia kandungan penumpang. Ibu hamil dengan usia kandungan lebih dari tujuh bulan tidak diperbolehkan naik kapal. Namun untuk kasus Isa ini, Ashar menyebut penumpang itu lolos pemeriksaan.
"Sebenarnya aturan kami untuk ibu hamil itu tujuh bulan ke bawah. Untuk delapan bulan ke atas tidak boleh kami muat, tapi mungkin kemarin ada yang lolos," jelasnya.
Untungnya, meski ibu hamil lebih dari tujuh bulan tidak diperbolehkan naik ke kapal, pihak kapal tetap menyiapkan klinik dan tenaga medis untuk menangani pasien sakit atau melahirkan. Persalinan Isa berjalan lancar meski dilakukan dalam kondisi darurat.
"Memang ada aturan di atas kapal itu harus memiliki klinik atau rumah sakit untuk penanganan pertama pada yang misalnya melahirkan atau yang sakit. Proses persalinannya lancar. Kebetulan Ibu ini mungkin bukan pengalaman pertama untuk melahirkan, jadi dia ada pengalaman," lanjut Ashar.
Menurut cerita dari petugas, mereka baru mengetahui kondisi Isa sesaat sebelum kapal tiba di Parepare. Keluarga Isa melapor ke awak kapal bahwa Isa sudah mengalami bukaan 3-4. Tim medis kapal langsung melakukan penanganan awal, kemudian berkoordinasi dengan KKP Parepare untuk penanganan lanjutan ketika di darat.
"Kebetulan pada saat kapal mau sandar baru keluarganya datang dan melapor. Itu cepat sekali karena dia sudah pembukaan 3-4," ceritanya.
Baca selengkapnya di detikSulsel.
(des/des)