Tata Cara Sholat Tasbih Sendiri Lengkap Niat, Bacaan, dan Keutamaannya

Tata Cara Sholat Tasbih Sendiri Lengkap Niat, Bacaan, dan Keutamaannya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 17 Mar 2026 19:35 WIB
Muslim woman pray on hijab praying with Koran on mat indoors
Ilustrasi salat. Foto: Getty Images/iStockphoto/think4photop
Samarinda -

Di antara banyaknya sholat sunnah yang dikerjakan di bulan Ramadhan, sholat sunnah tasbih menjadi salah satunya. Seperti namanya, sholat sunnah merupakan sholat yang dikerjakan di luar sholat fardhu. Hukumnya tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena dapat menambah pahala serta menyempurnakan kekurangan dalam sholat wajib.

Sholat tasbih termasuk ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar karena di dalamnya terdapat bacaan tasbih yang diulang hingga ratusan kali. Dengan menunaikan sholat ini, seorang Muslim memperbanyak dzikir dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Para ulama mendasarkan kesunnahan sholat tasbih pada hadis yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra, ketika Rasulullah SAW mengajarkan tata cara sholat tasbih kepada pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib. Dalam hadis tersebut dijelaskan tata cara pelaksanaan serta keutamaan dari sholat tasbih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan sholat tasbih dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. Dalam hadis tersebut Rasulullah SAW menjelaskan secara langsung kepada pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib, tentang amalan sholat tasbih yang memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa seseorang.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ، أَلَا أُعْطِيكَ، أَلَا أَمْنَحُكَ، أَلَا أَحْبُوكَ، أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ، خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ، صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ، سِرَّهُ وَعَلاَنِيَتَهُ، أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ، فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ، تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ.

Artinya:

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib:

"Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah aku memberimu suatu pemberian, maukah aku menganugerahkan kepadamu suatu karunia, dan aku melakukan sepuluh perkara untukmu? Jika engkau melakukannya, Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang, yang lama maupun yang baru, yang tidak sengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.

Yaitu engkau sholat empat rakaat. Pada setiap rakaat membaca Surah Al-Fatihah dan satu surah. Apabila engkau telah selesai membaca pada rakaat pertama dalam keadaan berdiri, maka bacalah:

'Subhānallāhi wal hamdulillāhi wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar' sebanyak 15 kali.

Kemudian engkau rukuk dan membacanya sebanyak 10 kali ketika rukuk. Lalu bangkit dari rukuk dan membacanya 10 kali. Kemudian turun untuk sujud dan membacanya 10 kali ketika sujud. Lalu bangkit dari sujud dan membacanya 10 kali. Kemudian sujud kembali dan membacanya 10 kali. Lalu angkat kepala dan membacanya 10 kali. Maka jumlahnya adalah 75 kali pada setiap rakaat. Lakukanlah hal itu pada empat rakaat." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dalam hadis tersebut juga dijelaskan anjuran waktu pelaksanaan sholat tasbih. Rasulullah SAW bersabda bahwa jika mampu, sholat tasbih dapat dilakukan setiap hari sekali. Jika tidak mampu, maka setiap Jumat sekali. Jika masih belum mampu, maka setiap bulan sekali. Jika tidak mampu juga, maka setiap tahun sekali, dan jika masih belum mampu maka setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Walaupun sebagian ulama menilai hadis ini sebagai hadis dhaif (lemah), sejumlah ulama dari kalangan mazhab Syafi'i tetap menyatakan bahwa sholat tasbih termasuk ibadah sunnah yang dianjurkan. Pendapat ini juga disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, sebagaimana yang dijelaskan oleh NU Online.

Sholat tasbih bisa dikerjakan kapan saja selain waktu yang dilarang untuk sholat. Bahkan dianjurkan untuk dikerjakan secara rutin, baik setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali, atau minimal sekali dalam seumur hidup.

Niat Sholat Tasbih

Niat sholat tasbih dua rakaat (dua salam)

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi rak'ataini lillāhi ta'ālā

Artinya:

"Aku menyengaja sholat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah SWT."

Niat sholat tasbih empat rakaat (satu salam)

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi arba'a rak'ātin lillāhi ta'ālā

Artinya:

"Aku menyengaja sholat sunnah tasbih empat rakaat karena Allah SWT."

Bacaan Tasbih dalam Sholat Tasbih

Bacaan tasbih yang dibaca saat sholat tasbih adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhānallāhi wal hamdulillāhi wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.

Artinya:

"Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

Dalam beberapa riwayat juga ditambahkan kalimat berikut:

وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Wa lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil 'azhīm

Artinya:

"Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Tata Cara Sholat Tasbih Sendiri

Sebenarnya, sholat tasbih tidak jauh berbeda dengan sholat pada umumnya. Perbedaannya hanya pada tambahan bacaan tasbih saja. Berikut tata cara pelaksanaan sholat tasbih.

1. Berdiri menghadap kiblat dan membaca niat
2. Takbiratul ihram
3. Membaca doa iftitah dan Al-Fatihah
4. Membaca tasbih 15 kali sebelum rukuk

Setelah selesai membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek, dalam keadaan berdiri membaca bacaan tasbih sebanyak 15 kali.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhānallāhi wal hamdulillāhi wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar

Artinya:

"Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

5. Rukuk
6. I'tidal

Bangkit dari rukuk dan membaca bacaan i'tidal, kemudian membaca tasbih 10 kali.

7. Sujud pertama

Sujud seperti biasa dan membaca bacaan sujud, kemudian membaca tasbih 10 kali.

8. Duduk di antara dua sujud

Saat duduk di antara dua sujud membaca doa duduk di antara dua sujud, kemudian membaca tasbih 10 kali.

9. Sujud kedua

Melakukan sujud kedua dan membaca tasbih 10 kali.

10. Duduk sejenak sebelum berdiri

Setelah sujud kedua tidak langsung berdiri, tetapi duduk sejenak sambil membaca tasbih 10 kali, kemudian berdiri untuk rakaat berikutnya.

Jumlah keseluruhan bacaan tasbih dalam satu rakaat adalah:

15 kali saat berdiri sebelum rukuk
10 kali saat rukuk
10 kali saat i'tidal
10 kali saat sujud pertama
10 kali saat duduk antara dua sujud
10 kali saat sujud kedua
10 kali saat duduk sebelum berdiri

Total: 75 kali tasbih dalam satu rakaat Jika dikerjakan empat rakaat, maka total bacaan tasbih menjadi 300 kali.

Itu dia keutamaan dan tata cara sholat tasbih sendiri yang bisa dilakukan baik di rumah maupun di masjid. Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads