Kisah unik pemudik asal Kalimantan terjadi di Klaten, Jawa Tengah. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun ketinggalan rombongan setelah makan di warung bakso. Polisi sampai turun tangan mengamankan si anak hingga dijemput kembali oleh keluarganya.
Dilansir detikJateng, bocah berinisial FAK (8) itu tengah mudik bersama keluarganya dari Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Menurut penuturannya, rombongannya baru saja selesai berenang kemudian makan di warung bakso sekitar pukul 15.30 WIB sebelumnya akhirnya ia ketinggalan rombongan.
"Mobil rombongan berisi 10 orang, katanya dari berenang. Setelah berenang, mampir di warung bakso Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo," tutur Kapolsek Manisrenggo AKP Fajar Damhudi, Selasa (24/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FAK sempat izin ke toilet kepada orangtuanya. Namun sekembali dari toilet, FAK mendapati keluarganya sudah tidak ada di warung tersebut. Oleh si pemilik warung, bocah itu diminta menunggu tetapi orangtuanya tidak kunjung kembali.
"Setelah keluar ternyata rombongannya sudah tidak ada, mungkin orang tuanya pelupa. Akhirnya oleh pemilik warung bakso ditunggu satu jam tapi orang tuanya tidak datang," lanjut Fajar.
Akhirnya pemilik warung melaporkan kejadian ini ke Polsek Manisrenggo. FAK dibawa ke Polsek dan ditanya-tanyai oleh petugas jaga. Polisi juga sempat mencoba mengantar bocah tersebut ke jalan yang mungkin dia kenali, tetapi bocah tersebut kebingungan karena tidak familier dengan daerah sekitar.
"Ditanya alamat, nama orang tua, sekolah ngaku SD kelas 2, dia mudik nengok neneknya di Klaten. SD nya SDN Terawan Teluk Ulin, Kalimantan. Lalu infonya kami sebar ke grup relawan, lintas sektor pemerintah desa dan Polsek jajaran. Sempat diantar anggota muter-muter mengingat jalannya tapi bingung, akhirnya kembali ke Polsek," jelasnya.
Beruntung setelah informasi tentang FAK disebarkan, pihak keluarga FAK akhirnya datang menjemput FAK. Fajar mengatakan, keluarga FAK tinggal di Kecamatan Jogonalan yang tak jauh dari Manisrenggo.
"Ternyata alamat keluarganya di Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, di rumah neneknya. Iya nangis terus di Polsek tapi kita bujuk suruh tenang nanti ortunya pasti jemput," ujar Fajar.
Baca selengkapnya di detikJateng.
(des/des)